Cuitan filsuf Rusia Alexander Dugin viral setelah menyebut AS dan Israel sebagai pasukan Dajjal dan menyerukan persatuan umat Islam di Timur Tengah.
Sebuah cuitan dari filsuf Rusia Alexander Dugin mendadak membakar jagat maya. Bukan sekadar analisis politik — Dugin melontarkan seruan ideologis berlapis narasi spiritual yang langsung memicu kontroversi global.
Dalam cuitannya, Dugin mendorong umat Islam di kawasan Timur Tengah untuk merapatkan barisan di tengah eskalasi konflik yang kian memanas.
Ia menolak membaca situasi geopolitik saat ini dari kacamata militer semata, dan justru menariknya ke ranah eskatologi — narasi tentang akhir zaman.
Dajjal dan Tuduhan kepada AS-Israel
Puncak kontroversi terjadi ketika Dugin berbicara soal posisi Iran dalam konflik global. Ia menyebut lawan yang dihadapi Iran bukan sekadar musuh geopolitik biasa.
Dugin secara eksplisit menggambarkan Amerika Serikat dan Israel sebagai pasukan yang bekerja menyambut kedatangan Dajjal. Klaim ini seketika menyatukan ketegangan politik nyata dengan sentimen keagamaan yang mengakar kuat.
The Muslims in Middle East should show more unity than now. Iran is fighting against Dajjal. Why you don’t join the Last Call? Don’t you hear the sound of Angel’s Trumpet?
— Alexander Dugin (@AGDugin) March 21, 2026
Ia juga secara khusus menyoroti para pemimpin negara-negara Arab-Muslim, mendorong mereka membuang sikap pasif dan merespons apa yang ia sebut sebagai “panggilan besar” — yang publik tafsirkan sebagai seruan untuk bangkit dan bersatu.
Geopolitik Bertemu Narasi Akhir Zaman
Viralnya cuitan Dugin memperlihatkan satu hal yang tak bisa diabaikan: konflik Timur Tengah kini telah bergeser jauh melampaui perebutan wilayah atau pengaruh kekuasaan.
Narasi akhir zaman dan sentimen keagamaan kini turun langsung ke gelanggang perang ideologi. Seruan dari seorang filsuf Rusia ini — entah akan memengaruhi kebijakan pemimpin regional atau justru memperuncing permusuhan yang sudah ada — kini menjadi pertanyaan yang diikuti banyak pihak.***





