Jelang Muktamar, 9 Kiai Sepuh Diusulkan Masuk AHWA PBNU

Sembilan nama kiai sepuh yang digadang-gadang menjadi calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) PBNU untuk perhelatan Muktamar ke-35 Agustus mendatang. - ISTIMEWA
Sembilan nama kiai sepuh mencuat sebagai calon anggota AHWA PBNU jelang Munas-Konbes NU di Ploso, memicu diskusi inklusivitas gender dan usia.

Wacana seputar perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin menghangat di ruang publik. Media sosial kini ramai memperbincangkan usulan sembilan nama kiai sepuh untuk menduduki posisi strategis organisasi.

Kesembilan tokoh ulama tersebut digadang-gadang bakal mengisi posisi dewan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) PBNU. Mereka diusulkan oleh sejumlah Pengurus Wilayah serta Pengurus Cabang NU menjelang Munas-Konbes.

Bacaan Lainnya

Tokoh yang beredar antara lain KH Mustofa Bisri, KH Miftachul Akhyar, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Jazuli, dan KH Ma’ruf Amin. Ada pula nama TGH Turmudzi Badaruddin, KH Said Aqil Siraj, KH Asep Syaifuddin Chalim, serta KH Nasaruddin Umar.

Tuntutan Inovasi Inklusif

Beredarnya nama-nama senior tersebut memantik perhatian para intelektual nahdliyin. Pengamat dinamika NU Muhammad Izzul Haq menilai organisasi di abad kedua ini memerlukan terobosan baru yang jauh lebih inklusif.

“Sepertinya sudah saatnya NU mulai melakukan terobosan agar komposisi AHWA juga mencakup keterwakilan ulama perempuan dan ulama muda,” ujar Gus Izzul di Surabaya, Ahad (14/6/2026).

Menurutnya, keterwakilan ulama muda dan perempuan penting untuk merespons keragaman zaman. Jumlah anggota AHWA juga bisa diperluas menjadi kelipatan sembilan seperti 18 atau 27 orang demi asas demokrasi.

Mekanisme Pemilihan Teduh

Wacana penguatan fungsi AHWA ini selaras dengan dorongan Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi. Pihaknya konsisten menyuarakan sistem musyawarah mufakat ini guna meminimalkan potensi polarisasi internal organisasi.

Sistem AHWA dinilai efektif menghadirkan proses suksesi kepemimpinan yang jauh lebih sejuk dan bermartabat. Hingga saat ini, pihak PBNU belum memberikan keterangan resmi terkait keabsahan daftar nama kiai tersebut.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan