Tokoh NU Dukung Kiai Said Jadi Rais Aam

KH. Said Aqil Siroj. - ISTIMEWA
Beberapa tokoh sepakat menilai Kiai Said Aqil Siroj sebagai sosok paling memenuhi syarat Alim, Abid, dan Arif. Dukungan menguat menjelang Muktamar ke-35.

Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama menyatakan dukungannya agar KH Said Aqil Siroj dipilih menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar ke-35. Mereka menilai mantan Ketua Umum PBNU itu memenuhi kriteria historis kepemimpinan tertinggi jam’iyah.

Tokoh NU Surabaya, Prof. Dr. KH Muhibbin Zuhri, MA, menegaskan bahwa Rais Aam haruslah sosok yang Alim, Abid, dan Arif sesuai standar yang disampaikan KH Ahmad Sidik pada Muktamar Situbondo 1984.

Bacaan Lainnya

“Saya masih ingat, saat itu Kiai Ahmad Sidik menyampaikan, NU harus dipimpin sosok yang Alim, Abid, dan Arif,” ungkap Muhibbin di Surabaya, Senin (15/6/2026).

Paket Komplit dari Ummul Qura

Muhibbin menyebut Kiai Said Aqil Siroj sebagai paket komplit yang memenuhi seluruh kriteria tersebut. Menurutnya, meski sudah tak menjabat, Kiai Said masih diterima luas keluarga besar NU di mana pun.

“Rais Aam membutuhkan sosok yang alim. Kalau Ketua Tanfidziyah siapa saja boleh, pengusaha juga boleh,” tambahnya tegas.

Pandangan senada disampaikan Pengasuh Pondok Bina Insan Mulia Cirebon, Kiai Imam Jazuli. Ia menegaskan Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif, melainkan simbol muruah dan otoritas spiritual yang wajib dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi.

“Jika kita menerapkan kriteria itu secara objektif, maka KH Said Aqil Siradj muncul sebagai figur yang paling lengkap dan paripurna,” ujar Kiai Imjaz.

Ia menyoroti latar belakang pendidikan Kiai Said dari Universitas Ummul Qura Makkah yang dipadukan penguasaan kitab kuning dan pemikiran kontemporer. Sikap zuhudnya juga dinilai menonjol karena menempatkan jabatan sebagai amanah, bukan tujuan.

Dukungan juga datang dari kalangan akar rumput. Penggagas Forum Komunikasi Aktivis NU Jawa Timur, Sudarsono Rahman, mendorong reaktualisasi Khittah NU 1926 agar ulama kembali menjadi episentrum pengambilan keputusan.

Di hadapan akademisi dan aktivis NU Jawa Timur, Kiai Said menegaskan peran fundamental ulama. “Ulama itu menjadikan Islam sebagai pembawa peradaban, kebudayaan, dan paling ujung kemanusiaan,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa kiprah keagamaan harus memberi manfaat nyata tanpa sekat. “Buat apa Masjid kita bagus, tapi tetangga di kanan kiri kita kelaparan,” sentilnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan