Selain itu, Gus Yahya secara khusus menitipkan pesan kepada Pemerintah Indonesia. Ia meminta pemerintah memanfaatkan posisi strategisnya di kancah global dengan bertindak sebagai jembatan deeskalasi konflik.
“Kami mendorong Pemerintah Indonesia mengambil peran aktif mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini adalah amanat konstitusi kita,” tegasnya.
Pada akhirnya, PBNU menaruh harapan besar agar Indonesia berani bersuara lebih lantang di forum internasional. Pemerintah RI harus mampu mendesak aktor-aktor utama yang terlibat, khususnya Amerika Serikat dan Israel, untuk segera meletakkan senjata, menghentikan kekerasan, dan memprioritaskan jalan diplomasi demi masa depan dunia yang lebih damai.***





