Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini juga menyasar para guru. Kepala BGN menegaskan, kebijakan ini sudah berjalan di beberapa daerah dan tak butuh tambahan anggaran baru.
__________
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan para guru juga akan menerima manfaat Program Makan Bergizi (MBG). Ia menyebut, pemberian jatah makan bergizi bagi guru bukan hal baru, sebab sudah diterapkan di sejumlah daerah.
“Sampai sekarang pun guru sudah dikasih, beberapa daerah guru sudah diberi makan (Makan Bergizi Gratis),” kata Dadan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9).
Dadan menjelaskan, pemberian MBG untuk guru telah tercantum dalam Perpres BGN dan masuk kategori penerima manfaat “lainnya”. Ia menegaskan, jatah MBG bagi guru berbeda dengan honor yang diberikan kepada mereka yang membantu teknis pelaksanaan program.
“Yang ngumpulin, yang bagiin kami kasih honor, tapi seluruh guru yang ada dikasih MBG juga,” ujarnya.
Menurut Dadan, tambahan jatah makan bergizi untuk guru tidak membutuhkan anggaran baru, karena sudah termasuk dalam alokasi biaya operasional program. “Pagu MBG itu kan ada bahan baku, operasional, sama insentif,” ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris BGN Sarwono menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan agar guru dan relawan posyandu ikut mendapat MBG. Usulan ini akan diatur lebih lanjut melalui peraturan Kepala BGN sebagai dasar pelaksanaan di lapangan.
“Ya ini sudah disetujui Bapak Presiden Prabowo Subianto sehingga guru dan relawan posyandu tetap dapat MBG, sehingga menjadi pedoman kegiatan bagi SPPG di daerah,” tutur Sarwono.***





