Undang Zionis Peter Berkowitz, UI Diminta Bentuk Tim Investigasi, PBNU Kena Imbas

Ilustrasi. - Samudrafakta
Prof. Yon Machmudi dan Kiai Baehaqi sama-sama mendesak penjelasan terbuka. Kasus ini dinilai menjatuhkan nama UI dan mencoreng citra NU.

__________

Polemik pengundangan akademikus pro-Zionis Peter Berkowitz di Universitas Indonesia (UI) belum mereda. Pengamat Timur Tengah sekaligus Guru Besar Ilmu Sejarah FIB UI, Yon Machmudi, menilai permintaan maaf kampus terbesar di Indonesia itu belum cukup.

“Saya melihat, dalam hal ini UI kecolongan. Bagaimana mungkin seorang yang menjadi bagian dari propaganda Zionisme bisa masuk ke universitas ternama di Indonesia?” kata Yon dalam keterangannya kepada Samudrafakta, Senin, 25 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

Yon mengakui permintaan maaf pihak UI patut diapresiasi, namun menegaskan perlu ada penyelidikan internal.

“Harus dibentuk tim investigasi yang secara transparan nantinya bisa menjelaskan di balik peristiwa ini. Apakah murni ketidaktahuan atau ada pihak-pihak dalam UI yang punya kontak dengan sosok ini,” ujarnya.

Yon Machmudi. -Instagram Yon Machmudi

Yon menekankan, Berkowitz bukan profesor Stanford, melainkan peneliti Hoover Institution yang berafiliasi dengan jaringan konservatif pro-Zionis di Amerika Serikat. “Dia dibiayai dan disponsori oleh lembaga yang memang berurusan dengan propaganda Zionis. Jadi tidak pas berbicara tentang demokrasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kasus ini mempermalukan UI di mata publik Indonesia maupun dunia internasional.

“Viralnya negatif. Menjatuhkan nama UI, juga tidak sesuai dengan sikap resmi Indonesia yang mendukung Palestina,” kata Yon.

NU Ikut Disorot

Nada serupa datang dari Wakil Ketua PCNU Lasem 2019–2024, KH. Ahmad Baehaqi. Ia menilai keterlibatan Berkowitz bukan hanya masalah UI, tetapi juga menyeret nama Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Baehaqi, Berkowitz juga diundang sebagai narasumber Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN-NU) pada 15–16 Agustus 2025 di Jakarta. “Peter Berkowitz jelas seorang zionis. Sangat merusak citra NU dan mencederai rasa kemanusiaan di saat Israel melakukan genosida di Gaza,” tegasnya kepada Samudrafakta, Senin.

Pos terkait