
Baehaqi mengingatkan bahwa sejak awal sejarahnya, NU selalu berpihak pada kemerdekaan Palestina. “Di mana empati dan rasa kemanusiaan pengurus PBNU dalam hal ini?” kritiknya.
Ia bahkan menyinggung langsung Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, yang juga menjabat Ketua Majelis Wali Amanat UI periode 2024–2029.
“Gus Yahya harus minta maaf, atau kalau perlu mundur dari jabatan Ketum PBNU, karena ikut mencoreng nama NU,” pungkas Baehaqi.
NU Online sebelumnya menyebut AKN-NU merupakan program jangka panjang PBNU yang digelar setiap akhir pekan mulai 21 Juni hingga 21 Desember 2025. Program ini dirancang untuk mencetak pemimpin muda NU dengan pengetahuan strategis soal isu global. Namun kehadiran Berkowitz dinilai kontra-produktif dengan sejarah keberpihakan NU pada Palestina.***





