Suhu Haji 2025 Capai 50 Derajat Celcius, Waspadai ‘Heat Stroke’ saat Wukuf di Arafah

Ilustrasi:SORA
Pemerintah Arab Saudi menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada 28 Mei 2025. Artinya, puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, akan berlangsung pada 5 Juni 2025. Namun, bersamaan dengan itu, suhu udara di Tanah Suci diperkirakan mencapai 50 derajat Celsius. Para jemaah haji diminta mengantisipasi heat stroke.

______________

Lonjakan suhu ini menjadi perhatian serius karena bisa memicu heat stroke saat haji, terutama pada jemaah lanjut usia atau yang memiliki riwayat penyakit.

“Heat stroke adalah kondisi darurat medis yang bisa berakibat fatal bila tidak ditangani segera. Tubuh tidak mampu mengatur suhu dalam cuaca ekstrem, sehingga suhu inti bisa melonjak di atas 40 derajat Celsius,” kata Kepala Pusat Kesehatan Jemaah Haji, Liliek Marhaendro Susilo dilansir laman Kemenkes, Ahad, 1 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Liliek menjelaskan bahwa cuaca ekstrem di Tanah Suci dapat merusak organ vital seperti otak, jantung, ginjal, dan otot. Gejala yang harus diwaspadai antara lain suhu tubuh tinggi, kulit merah dan kering, pusing, muntah, jantung berdebar, hingga kehilangan kesadaran.

Tips Cegah Heat Stroke saat Haji

Untuk menjaga stamina selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Liliek membagikan beberapa langkah penting:

  1. Hidrasi maksimal: Minum air putih atau air zamzam setiap 15–20 menit. Hindari kopi, teh manis, dan minuman bersoda. Jangan tunggu sampai merasa haus.

  2. Gunakan pelindung diri: Topi lebar, payung, dan handuk basah di kepala bisa mengurangi risiko terpapar langsung sinar matahari. Hindari beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00–16.00.

  3. Istirahat cukup: Jangan paksakan diri saat merasa lelah. Waktu istirahat penting untuk pemulihan stamina selama ibadah.

  4. Konsumsi makanan bergizi: Makan tepat waktu dan jangan konsumsi makanan yang sudah lewat batas waktu konsumsi.

  5. Manfaatkan alat bantu: Gunakan kipas portabel, semprotan air dingin, atau botol spray untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

  6. Siaga obat-obatan pribadi: Bawa obat-obatan dalam tas kecil yang selalu dibawa, terutama bagi jemaah dengan komorbid.

  7. Segera cari pertolongan: Jika muncul gejala heat stroke atau merasa tidak enak badan, segera lapor ke petugas kesehatan haji. Penanganan cepat bisa menyelamatkan jiwa.

Ibadah Haji Aman dan Nyaman

Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama RI terus mengimbau jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan. “Semangat ibadah memang tinggi, tapi kesehatan harus tetap jadi prioritas,” pesan Liliek.

Dengan mematuhi protokol kesehatan, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan mengenali gejala awal heat stroke, jemaah diharapkan bisa menjalani seluruh rangkaian ibadah haji 2025 secara aman, nyaman, dan khusyuk. Tujuan akhirnya jelas: meraih ibadah haji yang aman dan mabrur.

Pos terkait