Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menemukan sejumlah petugas haji 2025 tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Diduga hanya nebeng naik haji. Mereka adalah para Petugas Haji Daerah (PHD).
__________
Temuan tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak. “Karena ada juga kemudian petugas yang kita temukan itu nebeng naik haji, kira-kira begitu. Jadi, ada PHD-PHD di daerah kemudian sekadar nebeng naik haji, tapi kemudian tidak melakukan fungsinya sebagaimana mestinya sebagai petugas haji,” ujar Dahnil, saat konferensi pers di Kantor BP Haji, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juni 2025.
Dahnil menggarisbawahi perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen petugas, terutama dari daerah. Dia bilang, proses seleksi harus lebih ketat agar benar-benar menghasilkan petugas yang siap kerja dan berkomitmen melayani jemaah.
“Rekrutmen petugas, terutama dari petugas haji daerah harus banyak dievaluasi,” kritiknya

Sebelumnya, kinerja petugas haji 2025 mendapat sorotan dari Satori, Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI. Dia meminta agar pemerintah, khususnya Kementerian Agama melakukan evaluasi kinerja dan pola rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH).
Menurut Satori, profesionalitas petugas haji perlu ditingkatkan melalui penerapan sistem merit dan seleksi berbasis kompetensi, terlebih jika ke depan penyelenggaraan haji diambil alih Badan Pengelola Haji (BP Haji).
“Saya lihat, petugas haji kita masih ada yang mengalami kendala komunikasi saat di Arab Saudi, terutama karena keterbatasan kemampuan bahasa. Ada petugas yang tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Arab maupun Inggris,” kata Satori, sebagaimana dilansir Antara pada Kamis, 12 Juni 2025.
Kata Satori, evaluasi menyeluruh terhadap perekrutan petugas haji perlu dilakukan, termasuk pemberian pelatihan yang memadai sebelum bertugas.
Dia mengingatkan, Jangan sampai ada komunikasi antara para petugas haji yang terputus di lapangan hanya karena sumber daya manusia yang tidak siap.





