Wasiat Ki Anom Suroto Sebelum Berpulang: “Titip yo, Tutukno Lakune Bapakmu…”

Ki Anom Suroto. - Instagram @anomsuroto48
Ki Anom Suroto berpulang dengan tenang, meninggalkan warisan agung bagi dunia pedalangan.

Kabar duka menyelimuti dunia seni dan budaya Tanah Air. Maestro dalang legendaris, Ki Anom Suroto, berpulang ke rahmatullah pada Kamis, 23 Oktober 2025 pagi. Dalang kondang asal Sukoharjo tersebut mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 07.00 WIB setelah lima hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) dr Oen Kandang Sapi, Solo.

Kepergian sang maestro menyisakan duka mendalam. Namun, bagi keluarga, Ki Anom Suroto pergi dengan sangat tenang. “Alhamdulillah, kepergian beliau sangat bagus karena tidak merasakan sedikit pun sakit,” ujar Jatmiko saat dihubungi wartawan.

Rupanya, sang maestro seolah telah memiliki firasat sebelum berpulang. Putra almarhum menceritakan bahwa ayahnya sempat menyampaikan pesan-pesan yang tak biasa saat dirawat di rumah sakit. “Mungkin beliau sudah ada firasat juga,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Ia teringat ucapan terakhir sang ayah yang kini terasa sebagai pertanda. “Beliau ngendikan (bilang), ‘Sok nek aku wes raono, aku tak ndelok teko kadohan’ (Besok kalau saya sudah tidak ada, saya akan lihat dari kejauhan),” kenangnya, menirukan ucapan Ki Anom.

Bahkan, pada pertemuan terakhir, Ki Anom Suroto sempat “berpamitan” dengan cara yang unik. Sang putra, yang juga seorang dalang, memiliki jadwal ndalang di Magetan. Ki Anom pun berkata akan “menontonnya” dari jauh.

“Tadi malam saya terakhir ketemu beliau. Beliau ngendika, ‘Sesok (kamu) Magetan, aku tak nunggoni teko kadohan. Sesok arep lungo’. (Besok kamu ke Magetan, aku akan menunggui dari kejauhan. Besok mau pergi). Beliau bilang seperti itu,” ungkapnya lirih dikutip dari akun Youtube Daerah Solo.

Kepergian Ki Anom Suroto bukan hanya duka bagi keluarga, tapi kehilangan besar bagi jagat pedalangan Indonesia. Pria bernama lengkap Ki KRT H Lebdo Nagoro Anom Suroto ini adalah seorang legenda hidup.

Profil Anom Suroto

Dikutip dari akun FB Aku Wong Klaten, Anom Suroto lahir di Juwiring, Klaten, pada 11 Agustus 1948. Darah seni telah mengalir deras dalam dirinya. Ayahnya adalah dalang kondang, Ki Sadiyun Harjadarsana. Tak heran, Ki Anom Suroto muda sudah naik panggung untuk ndalang sejak usia 12 tahun.

Pos terkait