Salah satu tokoh penting Bonek, Andie “Peci” Kristianto, berpulang pada Jumat (10/7/2026) siang di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar Persebaya dan komunitas Bonek.
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persebaya. Andie Peci, sosok yang dikenal setia mengawal perjuangan Green Force, meninggal dunia di usia yang masih produktif.
Pria kelahiran Madiun ini bukan hanya pentolan Bonek, tetapi juga pegiat buruh dan bagian dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Jenazahnya dimakamkan di Desa Manisrejo, Madiun.
Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Persebaya, Ram Surahman, mengaku sangat kehilangan. “Kami sangat berduka atas kepergian Cak Andie. Beliau adalah sosok yang memiliki kecintaan luar biasa kepada Persebaya. Banyak kontribusi dan perjuangan yang telah beliau berikan untuk klub ini, terutama pada masa-masa sulit yang pernah dilalui Persebaya,” ujar Ram, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Ram, Andie Peci dikenal sebagai pribadi berintegritas yang berani menyuarakan kebenaran dan memiliki kepedulian besar terhadap Persebaya. Semangat serta dedikasinya akan selalu menjadi bagian dari sejarah klub.
Saat Persebaya menghadapi konflik dualisme dan kehilangan status di PSSI, Andie Peci berada di garis depan bersama elemen Bonek lainnya memperjuangkan kembalinya klub ke kompetisi resmi pada 2017.
Penghormatan dari Persebaya
Sebagai bentuk penghormatan, Persebaya akan mengenakan pita hitam dan menggelar satu menit mengheningkan cipta sebelum kick-off laga 99 Anniversary Game melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026).
“Kami ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Cak Andie atas segala dedikasi, pengorbanan, dan kecintaannya kepada Persebaya,” ujar Ram.
Selain itu, Persebaya juga akan memutar film pendek tentang perjuangan Andie Peci melalui videotron, menyediakan wall of condolences, serta menyiapkan kursi VIP khusus dengan foto almarhum.
Penghormatan ini menjadi wujud rasa terima kasih kepada sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang Persebaya menuju usia 100 tahun.***





