Menjelang Muktamar KH Ma’ruf Amin Meluncurkan Buku Pemikiran Lima Dekade Pengabdian di NU

Menteri Agama, Prof KH Nasaruddin Umar (kiri), Ketua Wantim MUI, Prof KH Ma'ruf Amin, dan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dalam peluncuran buku terbaru karya KH Ma'ruf Amin berjudul "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam. (MUI) 

Buku setebal 600 halaman ini merekam pemikiran KH Ma’ruf Amin tentang arah gerak NU. Peluncurannya menjadi momentum penting sebelum suksesi kepemimpinan di Jombang.

​Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin meluncurkan buku yang merangkum pemikirannya selama lima dekade berkiprah di Nahdlatul Ulama. Acara ini turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan Menteri Agama KH Nasaruddin Umar.

​Ihwal peluncuran buku tersebut, acara berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Rabu malam (5/8/2026). Momentum ini dinilai krusial karena berdekatan dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang akhir Agustus mendatang.

​”NU adalah sistem yang hidup. Jangan dibiarkan NU itu dilepas tanpa arah, tanpa irsyadat, tanpa taujihat,” tegas KH Ma’ruf Amin, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia.

Bacaan Lainnya

​Fokus pada Manhaj dan Ekonomi

​Selain itu, buku bertajuk “Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma’ruf Amin” ini mengupas tuntas tiga pilar utama gerakan. Sektor kemandirian ekonomi juga ditonjolkan melalui konsep fikih muamalah demi mewujudkan keadilan distributif.

​Penulis buku, Hj Siti Haniatunnisa, mengungkapkan bahwa penyusunan karya ini berangkat dari kegelisahan Kiai Ma’ruf terhadap masa depan organisasi pada abad kedua.

​”Beliau berharap warga NU tidak hanya mewarisi organisasi, tetapi juga mewarisi cara berpikir para ulama, mewarisi manhaj para ulama, dan mewarisi ruh khidmat para muassis,” kata Siti Haniatunnisa.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan