Sebelumnya, dalam sebuah dialog televisi, Ulil menyebut bahwa tidak semua penolakan terhadap tambang berdasar pada nalar yang sehat. Ia menuding sebagian aktivis lingkungan seperti Greenpeace dan Walhi mengusung semangat “wahabi lingkungan” yang menggaungkan “wokisme dan alarmisme global.”
“Peduli lingkungan, oke,” tulis Ulil lewat akun X miliknya, “Tapi menjadi wahabi lingkungan? Jangan.”
Namun, bagi banyak warga di lingkar tambang, pertanyaan yang lebih penting bukan soal istilah. Tapi soal nasib mereka sendiri: di tanah siapa mereka akan menanam, ketika bumi sudah dilubangi?***




