Tulungagung geger. Bupati Gatut Sunu Wibowo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Ia diamankan dalam operasi senyap di wilayah Tulungagung dan kini menjalani pemeriksaan intensif sebelum dibawa ke Jakarta.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar,” ujar Fitroh singkat, seperti dilansir Antara, Jumat, 10 April 2026. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Gatut sesuai ketentuan KUHAP. Hingga kini, detail kasus dugaan korupsi yang menjeratnya belum diungkap secara resmi. Menurut sejumlah media lokal Tulungagung, Gatut Sunu menjalani pemeriksaan di Polres Tulungagung. Gatut Sunu informasinya diperiksa bersama pejabat setingkat Kabag dan Kepala Dinas.
Sebelum menjabat sebagai Bupati Tulungagung masa jabatan 2025–2030, Gatut dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Pada 2024, ia memutuskan loncat dari kandang banteng karena tidak mendapat rekomendasi maju di Pilkada Tulungagung.
Ia kemudian bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya dan resmi menjadi kader saat mencalonkan diri sebagai bupati. Gatut diusung koalisi Gerindra, Golkar, dan PKS, dan berhasil mengalahkan Maryoto Birowo. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin.
Pengusaha Material
Di luar politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang material bangunan. Bisnisnya berkembang pesat, ditopang jaringan distribusi yang luas. Diolah dari berbagai sumber, total kekayaan Gatut Sunu berdasarkan LHKPN sekitar Rp20,3 miliar. Perinciannya, Tanah dan bangunan: lebih dari Rp 15,3 miliar (21 aset di Tulungagung, Trenggalek, dan Surabaya); Transportasi dan mesin: sekitar 17 unit, didominasi truk operasional; serta dalam bentuk simpanan dan aset bergerak
Menariknya, dalam laporan tersebut, Gatut Sunu tidak memiliki utang. Kekayaannya juga meningkat dari Rp17,8 miliar pada 2022 menjadi Rp20,3 miliar saat menjabat bupati.
OTT KPK: Daftar Kepala Daerah Bertambah
OTT terhadap Gatut Sunu menambah daftar kepala daerah yang terjerat operasi KPK dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah nama kepala daerah yang tertangkap antara lain, Maidi, Sudewo, Fadia Arafiq, Muhammad Fikri Thobari, dan Syamsul Auliya Rachma KPK menegaskan akan menyampaikan perkembangan kasus ini setelah proses pemeriksaan awal rampung.***





