Palestina adalah bagian tak terpisahkan dari nasab politik dan spiritual Indonesia. Jika pada tahun 1947 mereka proaktif mendorong Mesir untuk mengakui kedaulatan RI, maka hari ini menyuarakan hak mereka yang dibungkam adalah kewajiban moral kita. Sangat disayangkan jika dalam manuver politik dan ekonomi global hari ini, nama dan nasib Palestina justru terpinggirkan dari agenda prioritas kita.
Catatan Penutup
Membentang dari Tebuireng hingga Al-Aqsa, garis cahaya itu tidak pernah putus. Silsilah perlawanan yang bermula dari jabat tangan Mbah Hasyim dan Mufti Amin ini adalah sebuah amanah. Kita harus terus merawat keberpihakan pada keadilan ini hingga fajar kemerdekaan benar-benar menyapa Yerusalem, persis seperti ketika mereka menyambut fajar kemerdekaan kita di tahun 1945. Semoga! ***
Daftar Pustaka
- Hassan, Zein. (1980). Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri. Jakarta: Bulan Bintang. (Buku yang mencatat detail sejarah pengorbanan Muhammad Ali Taher dan dukungan negara-negara Arab).
- Syihab, Sayyid Asad. (1994). Al-Allamah Al-Hasyim Asy’ari: Wadli’u Lubnati Istiqlali Indonesia (Maha Guru Hasyim Asy’ari: Peletak Dasar Kemerdekaan Indonesia). Yogyakarta: Titian Ilahi Press.
- Mansyur, Suryanegara Ahmad. (2009). Api Sejarah. Bandung: Salamadani. (Merujuk pada kiprah ulama Nusantara dan diplomasi Timur Tengah).





