Target penerima program makan bergizi gratis molor dua bulan dari jadwal semula karena kendala distribusi dan serapan anggaran. Benarkah dana yang dialokasikan untuk itu dibalikkan ke Kemenkeu?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengakui target pemenuhan 82,9 juta penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat tercapai hingga akhir 2025 seperti rencana awal. Pemerintah kini menargetkan penyelesaian program tersebut paling lambat pada Februari 2026.
“Kami usahakan, ya, selambat-lambatnya Februari, lah,” kata Dadan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, BGN masih berupaya agar target itu bisa dikejar pada akhir tahun ini. Namun ada sejumlah kendala teknis di lapangan yang menghambat distribusi dan proses verifikasi penerima manfaat.
“Ada gangguan darat, ya kan. Ada hal yang harus kita atasi darurat dan sebagainya, termasuk udara. Ketika sistem kita diganggu, otomatis untuk verifikasi pun terganggu,” ujar Dadan.
Ia tidak merinci bentuk gangguan tersebut, tetapi memastikan BGN telah menangani masalah itu secara bertahap. “Kadang-kadang ada gangguan seperti itu yang memang sedang kita atasi terus, tapi alhamdulillah sejauh ini bisa kita tangani, on track,” tambahnya.
Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana hari yang sama menyebut program MBG telah berjalan hampir sempurna. Ia menilai tingkat keberhasilan distribusi makanan mencapai 99,99 persen, dengan kasus keracunan makanan di sejumlah daerah masih dalam batas wajar.
“Masih dalam koridor error yang manusiawi. Kalau tidak salah, yang sakit itu mungkin sekitar 0,0007 persen dari total 1,4 miliar porsi makanan. Artinya, 99,99 persen berhasil,” kata Prabowo.





