Kepala Intelijen IRGC Gugur
Pada hari yang sama, Press TV melaporkan bahwa Kepala Intelijen IRGC, Mayor Jenderal Majid Khademi, gugur dalam serangan yang disebut sebagai “aksi teroris AS-Israel”.
Iran menyebut Khademi berperan besar dalam menjaga keamanan nasional dan menggagalkan berbagai operasi intelijen asing.
Israel kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui Menteri Pertahanan Israel Katz.
Serangan Medis dan Nuklir Disorot
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melaporkan ambulans Iran turut menjadi sasaran. Empat relawan dilaporkan tewas saat menjalankan misi kemanusiaan.
Organisasi Energi Atom Iran mengecam serangan terhadap fasilitas air berat sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan”.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebelumnya menyatakan fasilitas Khondab telah berhenti beroperasi usai serangan pada 27 Maret.
Konflik Kian Memanas
Sejak 28 Februari, serangan intensif AS-Israel disebut menargetkan instalasi militer dan sipil Iran, termasuk di sekitar pembangkit nuklir Bushehr.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke kepentingan AS di Asia Barat dan posisi Israel.
Konflik ini menandai eskalasi paling serius di kawasan, terutama setelah laporan tewasnya Pemimpin Revolusi Iran Ali Khamenei dalam rangkaian serangan sebelumnya.***





