Jeriken, helm, dan dua jaket ditemukan dalam pencarian rombongan jurnalis. Basarnas mengevaluasi temuan untuk menentukan perluasan pencarian.
Tim SAR gabungan menemukan empat barang dalam pencarian delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda. Temuan tersebut berupa satu jeriken, sebuah helm, dan dua jaket berwarna oranye. Basarnas belum memastikan keterkaitannya dengan kapal rombongan jurnalis.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyampaikan rincian temuan pada Sabtu malam, 12 September 2026. Keterangannya dipublikasikan ANTARA pada Minggu, 13 September, pukul 01.10 WIB.
Empat temuan dalam satu hari
KN SAR Tetuka menemukan jeriken minyak biru pukul 10.05 WIB, kemudian helm merah pukul 12.33 WIB. Penyisiran berlanjut hingga ditemukan jaket pelampung oranye pukul 17.10 WIB dan satu jaket oranye lainnya pukul 18.09 WIB.
Al Amrad mengatakan kapal melakukan penyisiran sekitar 10 jam di perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau. Seluruh temuan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.
“Kami akan mengevaluasi hasil pencarian hari ini, temuan akan menjadi dasar untuk melakukan perluasan pencarian,” kata Al Amrad.
Jeriken diperiksa dengan drone
Dalam laporan terpisah, Basarnas menyebut jeriken ditemukan di Sektor X pada koordinat 06°02.7161′ LS–105°31.5414′ BT. Petugas menindaklanjuti temuan dengan pemantauan menggunakan drone dari KN SAR Tetuka 247.
Hingga laporan operasi hari kelima, benda tersebut belum dapat dihubungkan dengan kapal ataupun delapan orang yang dicari. Rombongan berangkat dari Carita pada 7 September untuk meliput aktivitas Anak Krakatau.
Delapan orang itu terdiri atas lima jurnalis, seorang nakhoda, seorang anak buah kapal, dan seorang pemandu. Berdasarkan pembaruan yang dipublikasikan Minggu pagi, mereka masih dalam pencarian. Temuan barang belum menjadi konfirmasi mengenai keberadaan maupun kondisi rombongan.***





