Tiga Menteri Utama dari Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara menggelar pertemuan di Cardiff. Mereka menyepakati pakta bersama untuk mendesak referendum kemerdekaan dari Britania Raya.
Menteri Utama Skotlandia sekaligus Ketua Scottish National Party, John Swinney, menyatakan tiga wilayah Britania Raya kini dipimpin kubu pro-kemerdekaan. Bersama Menteri Utama Wales dan Irlandia Utara, mereka bertemu di Cardiff pada Senin, 14 September 2026, untuk mendorong referendum.
“Westminster harus bersiap menghadapi masa depan pasca-UK,” kata Swinney pada Ahad, 13 September 2026. Ia menilai momentum perubahan konstitusional di wilayah pimpinan mereka kini semakin kuat dan tidak bisa diabaikan oleh pemerintah pusat.
Swinney bahkan memprediksi bahwa Perdana Menteri Britania Raya Andy Burnham berpotensi tercatat dalam sejarah secara berbeda. Ia menyebut Burnham bisa menjadi perdana menteri terakhir yang memimpin wilayah United Kingdom (UK) secara utuh.
Pertemuan di St David’s Hotel, Cardiff Bay ini turut dihadiri oleh Presiden Sinn Fein, Mary Lou McDonald. Mereka dijadwalkan meneken Nota Kesepahaman untuk bekerja sama dalam bidang ekonomi, energi, kebijakan Eropa, dan hak penentuan nasib sendiri.
Selain itu, ketiga partai sepakat bahwa wilayah mereka seharusnya kembali bergabung dengan Uni Eropa. Skotlandia dan Wales akan menjadi anggota baru, sementara Irlandia Utara masuk sebagai bagian dari Republik Irlandia.
Penolakan Pemerintah Britania Raya
Sebelumnya, Perdana Menteri Britania Raya Andy Burnham menegaskan referendum kemerdekaan masih di luar agenda pemerintah pusat. Hal ini disampaikannya melalui surat resmi kepada Swinney yang dikirim pada pekan lalu.
Burnham berdalih bahwa tidak ada konsensus yang jelas untuk menggelar referendum di Skotlandia maupun Irlandia Utara. Ia merujuk pada manifesto Partai Buruh 2024 yang tidak mendukung adanya referendum baru dalam waktu dekat.
“Kemerdekaan dan referendum berada di luar agenda karena hal itu akan mengalihkan fokus kami dari pertumbuhan ekonomi dan membantu keluarga menghadapi biaya hidup,” tulis Burnham dalam surat tersebut.
Jalur Khusus Irlandia Utara
Ihwal Irlandia Utara, wilayah ini memiliki jalur hukum yang berbeda melalui Perjanjian Jumat Agung atau Good Friday Agreement. Referendum penyatuan dapat digelar jika terlihat kemungkinan mayoritas masyarakat ingin meninggalkan UK.
Sentimen kemerdekaan ini mencuat hanya dua hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mendukung penyatuan Irlandia. Dalam kunjungannya ke Dublin pada Sabtu, 12 September 2026, Trump menyebut langkah itu sebagai sesuatu yang hebat.
Partai beraliran nasionalis, Sinn Fein, menegaskan bahwa upaya membangun masa depan baru melalui cara-cara demokratis harus segera diwujudkan. “Persatuan Irlandia bukanlah aspirasi yang jauh. Pekerjaan membangun Irlandia baru harus dimulai sekarang,” kata salah satu sumber di Sinn Fein.***

