Presentasi di Belanda, Mahasiswa Unair Soroti Keselamatan Pendaki Kawah Ijen

Keselamatan Pendaki Kawah Ijen
Rima Palestine Salsabila berpose di depan poster penelitiannya tentang kesehatan dan keselamatan wisatawan pendaki Kawah Ijen yang dipresentasikan pada ajang ISCOMS 2026 di Belanda. - Dok pribadi

Dalam penelitian tersebut, mereka menemukan masih adanya kesenjangan dalam akses dan penerapan informasi keselamatan bagi wisatawan pendaki.

“Temuan kami menunjukkan bahwa skrining kesehatan sebelum pendakian dapat menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi darurat yang sebenarnya dapat dihindari,” jelas Rima.

Berdasarkan hasil tersebut, tim merekomendasikan penguatan sistem skrining kesehatan yang terintegrasi dengan perizinan pendakian, pemanfaatan teknologi digital seperti smartwatch dan point-of-care testing, serta penyediaan informasi risiko kesehatan yang lebih komprehensif bagi wisatawan.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan Travel Medicine di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan keselamatan wisata di destinasi alam,” tambahnya.

Mengikuti ISCOMS menjadi pengalaman pertama Rima dalam melakukan riset, menyusun poster ilmiah, sekaligus mempresentasikan hasil penelitian di hadapan peserta dari berbagai negara.

Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah rasa gugup dan keterbatasan pengalaman saat berhadapan dengan mahasiswa S2, S3, serta para ahli di bidang kesehatan global.

“Saya sempat sangat panik sebelum presentasi dimulai. Namun setelah mulai berbicara di depan audiens, perlahan rasa gugup itu berkurang dan saya bisa menyampaikan penelitian dengan lebih baik,” ungkapnya.

Selain mempresentasikan penelitian, Rima juga mengikuti berbagai workshop mengenai integrasi kecerdasan buatan dalam kesehatan, riset berkelanjutan, hingga keterampilan klinis.

“Saya berharap pengalaman ini dapat saya bagikan kepada teman-teman di kampus dan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan Travel Medicine di Indonesia demi meningkatkan kualitas kesehatan dan keselamatan wisata,” pungkasnya. ***

Pos terkait