Curhatorium, Inovasi Mahasiswa Unair untuk Cegah Masalah Kesehatan Mental

Curhatorium
Curhatorium, karya mahasiswa Unair. (Humas Unair)

Lima mahasiswa Unair ciptakan Curhatorium, platform digital kesehatan mental yang gabungkan peer-support dan gamifikasi. Sudah digunakan 650 akun, lengkap dengan fitur curhat ke psikolog hingga support group.


Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) lolos pada Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dengan terobosan platform digital berupa layanan kesehatan mental freemium yang menggabungkan peer-support serta gamifikasi sebagai respon empati sekaligus membangun langkah preventif. Platform ini bernama Curhatorium yang lahir dari kepedulian mereka terhadap minimnya akses perawatan yang memadai terkait kesehatan mental di masa kini.

Terobosan kreatif itu dibawakan oleh lima orang. Di antaranya I Gede Arya Saputra (FV), Najlaa Prameswariputri Mahendra (FPsi), Maria Priscilla Chrysaningrum (FPsi), Kania Khansanadhifa Kallista (FEB), dan Zaskia Rania Zaini (FV). Mereka terus membangun dan mengembangkan platform ini agar dapat bermanfaat bagi generasi muda.

Saat ini, tersedia berbagai fitur dan diversifikasi produk dan pengguna yang sudah mencapai sekitar 650 akun pada Curhatorium. Fitur tersebut yaitu share and talk.

Bacaan Lainnya

Pengguna dapat bercerita kepada psikolog profesional atau Rangers dari para mitra Curhatorium yang sudah terlatih pada Psychological First Aid (PFA). “Fitur ini digunakan dengan cara memesan sesi jadwal yang diinginkan dan pengguna bisa melakukan percakapan, entah itu berupa dukungan atau sekedar curhat,” ujar Arya, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Selanjutnya, terdapat fitur Support Group Discussion dengan konsep mengumpulkan anggota menjadi satu grup dan meet atau video call secara online yang dipandu oleh Rangers, tetapi tetap menjaga anonimitas pengguna. Diskusi itu berlangsung dengan menggunakan deep cards yang merupakan variasi pertanyaan singkat, sehingga pengguna dapat menjawabnya bersama-sama.

Arya, selaku ketua tim juga mengungkapkan rencana keberlanjutan atau ekspansi terhadap kemampuan platform. Pengembangan ini terdiri dari Self-Healing Toolkit Series berupa e-book tematik interaktif, serta output berbentuk fisik. Yaitu, Reflection Card Deck berupa pengembangan yang ada pada deep cards dan Guided Journal dengan prompt harian dan pelacakan emosi yang dirancang untuk membangun kebiasaan self-healing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan