Superaplikasi Rumah Pendidikan meraih juara pertama WSIS Prizes 2026 kategori e-Government. Pengakuan PBB ini menjadi capaian pertama Indonesia sejak ajang tersebut digelar pada 2012.
Superaplikasi Rumah Pendidikan milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meraih predikat Winner atau juara pertama kategori Action Line C7: e-Government pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss.
Rumah Pendidikan terpilih setelah menyisihkan 1.596 inovasi digital dari 122 negara. Capaian tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Indonesia pada kategori e-Government sejak penghargaan WSIS Prizes digelar pada 2012.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan penghargaan tersebut dipersembahkan bagi seluruh insan pendidikan Indonesia yang terus menjaga semangat belajar di berbagai daerah.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada jutaan murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh insan pendidikan di Indonesia yang setiap hari menjaga semangat belajar di berbagai penjuru negeri,” kata Suharti, dikutip Senin, 13 Juli 2026.
Dibangun untuk Menjawab Tantangan Negara Kepulauan
Suharti menjelaskan kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau menjadi latar belakang lahirnya Rumah Pendidikan. Platform ini dirancang untuk memperluas akses layanan pendidikan tanpa dibatasi lokasi.
“Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kami meyakini bahwa tempat lahir atau tempat tinggal seorang anak tidak boleh menentukan kualitas pendidikan yang diterimanya,” ujarnya.
Menurut dia, Rumah Pendidikan menghubungkan guru, murid, keluarga, sekolah, dan berbagai mitra dalam satu ekosistem digital agar layanan pendidikan menjadi lebih inklusif, berkualitas, dan mudah diakses.
Suharti menegaskan teknologi bukan untuk menggantikan guru, melainkan memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran. Melalui platform digital, setiap anak diharapkan memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses sumber belajar berkualitas sekaligus membuka ruang kolaborasi berbagai pihak.





