Ia menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan berbasis teknologi, kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta kerja bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Pengakuan internasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh setiap anak Indonesia,” ujarnya.
Sudah Digunakan Jutaan Pengguna
Kemendikdasmen mencatat Rumah Pendidikan saat ini telah mengintegrasikan 66 layanan pendidikan. Platform tersebut digunakan lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, serta mendukung lebih dari 104 ribu guru di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Deputi Wakil Tetap RI sekaligus Duta Besar Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa Achsanul Habib mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan inovasi digital Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
“Keberhasilan Indonesia meraih predikat Winner WSIS Prizes 2026 pada kategori Action Line C7: e-Government untuk pertama kalinya sejak ajang ini diselenggarakan pada 2012 merupakan pencapaian yang membanggakan bagi dunia pendidikan nasional,” kata Achsanul.
Menurutnya, pengakuan internasional tersebut membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan pemerataan kesempatan belajar, serta mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi seluruh masyarakat.***





