Kala Pegawai Farmasi RSI Unisma Mundur Berjemaah

Pegawai Farmasi RSI Unisma
Karyawan RSI Unisma resign berjemaah. (Tangkapan Layar Istimewa)

Kabar tim farmasi rawat inap RSI Unisma Malang resign bersamaan viral di medsos akibat isu gaji. Manajemen sebut pelayanan tetap aman 24 jam.


Dunia pelayanan kesehatan di Kota Malang sedang menjadi perhatian publik setelah kabar pengunduran diri secara bersamaan seluruh tim farmasi rawat inap Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang beredar, keputusan para tenaga farmasi untuk mengundurkan diri disebut bukan semata dipicu tingginya beban pekerjaan. Mereka mengaku telah menanggung akumulasi persoalan kesejahteraan selama beberapa waktu, mulai dari pembayaran gaji yang dilakukan secara bertahap, tunggakan hingga tiga bulan, sampai kebijakan pemotongan gaji yang disebut mencapai 50 persen.

Melalui unggahan yang viral di media sosial, salah seorang mantan pegawai mengungkapkan bahwa ruang farmasi rawat inap bahkan sempat berhenti beroperasi setelah seluruh anggota tim memilih mengakhiri masa kerja mereka secara bersamaan pada Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, mantan pegawai tersebut menegaskan bahwa tekanan pekerjaan bukan menjadi alasan utama mereka meninggalkan rumah sakit. Menurutnya, beban kerja masih dapat diterima selama hak-hak pekerja dipenuhi secara layak.

Namun kondisi berubah ketika persoalan pengupahan semakin memburuk. Ketidakpastian pembayaran gaji yang berlangsung berbulan-bulan, ditambah kebijakan pemotongan upah, dinilai telah melemahkan semangat kerja para tenaga kesehatan yang setiap hari bertanggung jawab terhadap distribusi obat bagi pasien.

Manajemen RSI Unisma memastikan pelayanan kesehatan kepada pasien tetap berjalan selama 24 jam setelah sejumlah pegawai, termasuk sekitar enam hingga delapan orang dari unit farmasi, mengajukan pengunduran diri. Proses pengunduran diri berlangsung secara bertahap pada Juni hingga awal Agustus 2026 sesuai ketentuan internal rumah sakit. Untuk menjaga operasional, manajemen melakukan rotasi pegawai antarunit berdasarkan kompetensi sambil memprioritaskan penyelesaian hak-hak pekerja.

Human Resources Development RSI Unisma Dwi Ida Nofa Diana, membenarkan adanya pegawai yang sedang menjalani proses pengunduran diri. Namun, ia menegaskan bahwa para pegawai tidak berhenti secara serentak pada waktu yang sama karena masing-masing memiliki tanggal efektif pengunduran diri berbeda.

“Kalau pemberitaan yang terbaru terkait pengunduran diri, saya memang mengiyakan, memang ada proses pengunduran diri dari teman-teman,” ujar Dwi Ida, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Menurut dia, sejumlah pegawai yang telah mengajukan surat pengunduran diri masih bekerja dan menyelesaikan kewajibannya. Ada pegawai yang berhenti pada pertengahan Juli, akhir Juli, hingga awal Agustus 2026.

“Bahkan teman-teman yang kemarin upload (medsos) itu juga masih ada yang aktif bekerja. Karena proses resign-nya itu terhitung ada yang per akhir Juli, ada yang pertengahan Juli, bahkan juga ada yang di awal Agustus,” terangnya.

Dwi Ida menjelaskan bahwa setiap pegawai RSI Unisma yang ingin mengakhiri hubungan kerja harus menyampaikan surat pengunduran diri paling lambat satu bulan sebelum tanggal efektif berhenti.

Ketentuan tersebut membuat pegawai yang telah mengajukan pengunduran diri tetap harus bekerja hingga masa pemberitahuannya selesai. Karena itu, manajemen menyatakan proses yang berlangsung tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penghentian kerja secara mendadak.

“Jadi ada beberapa teman yang mengunggah itu masih aktif bekerja, tapi ada juga yang sudah resign per Juni kalau tidak salah,” ujarnya.

Untuk unit farmasi, Dwi Ida memperkirakan terdapat enam hingga delapan pegawai yang mengundurkan diri. Jumlah tersebut belum dinyatakan sebagai angka final karena pencatatan pegawai dilakukan berdasarkan periode bulanan.

“Kalau farmasi sekitar delapan orang, kalau enggak enam sampai delapan orang saya lupa. Karena waktunya tidak sama, jadi di pola data kepegawaian kami itu masuknya per periode bulan,” jelasnya.

Manajemen RSI Unisma menyatakan pengunduran diri merupakan hak setiap pegawai. Rumah sakit menghormati keputusan pekerja yang ingin melanjutkan karier, membuka usaha, mengurus keluarga, atau mengambil pilihan lain.

“Resign itu adalah hak pegawai. Mereka merasa nyaman, tidak nyaman, cocok atau tidak cocok di dunia pekerjaannya itu relatif tiap orang,” tutur Dwi Ida.

“Kami dari manajemen menghormati pilihan teman-teman. Berkarier di mana pun kami sangat menghormati pilihannya,” lanjutnya. ***

Pos terkait