Prada Lucky Diduga Tewas di Tangan Senior, Serma Christian Namo: Saya Kejar Pelakunya Sampai ke Lubang Semut!

Ilustrasi kronologi tewasnya Prada Lucky diduga dihajar seniornya. Foto dibuat SORA
Ayah prajurit TNI, Sersan Mayor Christian Namo, menangis dan bersumpah menuntut keadilan atas kematian anaknya, Prada Lucky, yang diduga tewas dianiaya empat senior di barak Nagekeo, NTT.

__________

Tangis Sersan Mayor Christian Namo pecah di depan jenazah anaknya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), yang terbujur kaku di ruang jenazah RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT. Prajurit aktif Kodim 1627 Rote Ndao itu tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya tewas diduga akibat penganiayaan di barak oleh senior  prajurit TNI.

“Saya akan kejar pelakunya sampai ke mana pun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan,” ucap Christian dengan suara bergetar, dikutip dari Kompas TV, Jumat, 8 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

Jenazah Lucky ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya penuh luka lebam, bekas hantaman benda tumpul, dan luka bakar. Ada bekas sundutan rokok di tangan dan kaki. Bagian punggung juga tampak memar parah.

Menurut ayahnya, sebelum meninggal, Lucky sempat dirawat di ICU RSUD Aeramo selama empat hari. “Dia bilang ke dokter kalau dipukuli senior di barak. Ini bukan kecelakaan biasa. Ini kejahatan,” tegas Christian.

Lucky baru dua bulan dilantik sebagai prajurit TNI AD. Ia ditempatkan di Yonif Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere dan ikut tugas di Nagekeo untuk membantu pembangunan. Tapi tak disangka, tugas perdana itu menjadi akhir hidupnya.

Komandan Kompi C Yonif TP 834/WM, Lettu Inf Rahmat, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan empat prajurit berpangkat Pratu yang diduga kuat menganiaya Prada Lucky. “Setelah olah TKP dan pemeriksaan, kami temukan keterlibatan empat orang,” katanya.

Komandan Brigif 21/Komodo, Letkol Inf Agus Ariyanto, menyerahkan seluruh proses penyelidikan ke Polisi Militer. “Jika terbukti, pelaku akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Di Jakarta, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, turut bersuara. Ia mengecam keras kejadian itu dan mendesak TNI untuk mengusut tuntas kasus kematian Prada Lucky secara transparan dan memberi hukuman berat kepada pelaku.

“Kekerasan dalam tubuh TNI tidak bisa ditoleransi. Ini mencoreng institusi dan merusak kepercayaan publik,” kata Oleh.

Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan, menyatakan bahwa Pangdam IX Udayana memantau langsung proses penyelidikan. Empat prajurit kini ditahan di Subdenpom Ende untuk diperiksa lebih lanjut.

“Kami sudah periksa sejak malam kejadian. Petunjuk Pangdam sangat jelas: proses harus transparan dan tidak boleh ditutupi,” ujar Deny dikutip dari Detik Bali.

Sementara itu, Christian, sang ayah, bersumpah akan terus mencari keadilan. “Saya ini tentara juga. Tapi saya bukan orang yang bisa diam melihat anak saya disiksa seperti itu. Saya akan cari pelakunya sampai ke lubang semut,” tegasnya.***

Pos terkait