Miftah sendiri telah meminta maaf kepada penjual es teh bernama Sunhaji itu setelah insiden, tetapi sebagian besar masyarakat menilai permintaan maaf saja tidak cukup.
Publik yang menandatangani petisi mengaku masih khawatir pernyataan Miftah yang kadung terlontar kepada Sunhaji dapat memperburuk stigma terhadap pedagang kecil dan melazimkan ketidakadilan sosial.
Publik berpendapat bahwa tindakan Miftah Maulana tersebut tidak hanya merugikan individu yang dihina, tetapi juga menciptakan dampak negatif pada masyarakat luas.
Apalagi mengingat insiden Miftah itu sampai dibahas oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam sebuah forum resmi di negara tetangga. Miftah dijadikan contoh bagaimana sebuah keangkuhan ditampakkan di depan masyarakat miskin.***





