Prabowo Akui Pemerintah Gagal Menjelaskan Program Besar

Presiden RI Prabowo Subianto. - Instagram @sekretariat.kabinet
Prabowo mengakui pemerintah belum cukup baik menjelaskan program besar seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih di tengah sorotan media asing.

Presiden Prabowo Subianto mengakui pemerintahannya masih lemah dalam menjelaskan arah kebijakan kepada publik, terutama setelah sejumlah program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih mendapat sorotan media asing.

“Saya harus mengakui bahwa kami seharusnya bisa berkomunikasi lebih baik tentang apa yang sedang kami lakukan di Indonesia,” kata Prabowo dalam wawancara dengan media Prancis Atlantico, dikutip dari IDN, Senin, 8 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Pengakuan itu muncul ketika media internasional mulai menyoroti arah kebijakan ekonomi Indonesia. The Economist, dalam artikel 14 Mei 2026, menilai Indonesia berada di jalur berisiko dan menyebut Prabowo harus mengubah arah kebijakan atau menghadapi risiko krisis.

Sorotan itu terutama diarahkan pada program makan bergizi gratis dan rencana pembentukan 80 ribu koperasi desa. The Economist menilai dua program tersebut berpotensi menyedot porsi besar anggaran negara dan menekan ruang fiskal pemerintah.

Komunikasi dan Risiko Fiskal

Prabowo mengatakan pemerintah sedang menjalankan perubahan kebijakan berskala besar. Salah satunya adalah pengaturan ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas strategis, yang menurut pemerintah ditujukan untuk menutup kebocoran penerimaan negara.

“Perubahan berskala besar seperti ini membutuhkan pengawasan yang ketat. Saya mengadakan pertemuan dengan para menteri hampir terus-menerus untuk mengoordinasikan program-program ini,” ujar Prabowo.

Pemerintah sebelumnya menargetkan defisit fiskal 2027 berada pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen dari produk domestik bruto. Target itu berada di bawah batas defisit 3 persen yang selama ini menjadi jangkar disiplin fiskal.

Pemerintah memperketat kendali atas ekspor komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan ferro alloy melalui badan usaha yang ditunjuk negara. Kebijakan itu disebut sebagai upaya mengejar potensi kehilangan penerimaan USD908 miliar dalam 34 tahun.

Investor Masih Membaca Arah

Namun, sejumlah investor disebut masih mencermati arah kebijakan ekonomi Indonesia. Reuters melaporkan rupiah melemah sekitar 6 persen sepanjang 2026 hingga 20 Mei, sementara Bank Indonesia menaikkan suku bunga 50 basis poin untuk menopang stabilitas nilai tukar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan