Prabowo Kumpulkan 12 Ribu Penggerak MBG saat Dadan Ditahan

Presiden Prabowo dalam acara Konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). (Instagram @presidenrepublikindonesia)
Saat Dadan Hindayana ditahan Kejagung atas korupsi MBG, Prabowo justru mengumpulkan 12 ribu penggerak program itu di Sentul. Mengapa?

Tepat saat Kejaksaan Agung menahan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Presiden Prabowo mengumpulkan ribuan pelaksana MBG di Sentul.

Acara bertajuk Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition itu digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (3/6/2026).

Sebanyak 12.173 peserta hadir, terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta ribuan mitra MBG.

Bacaan Lainnya
Acara Sudah Direncanakan Sebelumnya

Perlu dicatat, konsolidasi nasional ini bukan respons dadakan atas penangkapan Dadan. Undangan acara dibuat 29 Mei 2026 dan ditandatangani Dadan sendiri saat masih menjabat.

Namun, peristiwa hukum yang meledak pada hari yang sama membuat acara ini bernuansa berbeda. Prabowo memanfaatkannya sebagai forum konsolidasi sekaligus peringatan keras.

Sehari sebelumnya, Selasa (2/6/2026), pemerintah lebih dulu mencopot Dadan dan dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Nanik S. Deyang ditunjuk menggantikan Dadan sebagai Kepala BGN yang baru.

Beberapa jam setelah pencopotan, Kejagung menggeledah kantor BGN. Rabu sore, ketiganya resmi ditetapkan tersangka dan ditahan.

Mereka disangka melanggar Pasal 603 dan 604 jo. Pasal 20 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, atas dugaan mark-up pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp 1 triliun, 32 ribu pasang sepatu, dan lebih dari 31 ribu unit tablet.

Prabowo: Uang Rakyat Tidak Boleh Dicuri

Di hadapan ribuan pelaksana MBG, Prabowo menyampaikan pesan tegas. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Tidak ada pengecualian,” katanya.

Prabowo juga menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup ditopang kebijakan. Integritas pelaksana di lapangan, kata dia, jadi penentu utama.

Ia mengungkapkan, sebelum mencopot Dadan, ia lebih dulu memanggil Kepala BPKP dan Kepala PPATK untuk mengklarifikasi laporan dugaan penyelewengan di BGN.

Prabowo menyitir pesan ayahandanya, Sumitro Djojohadikusumo. “Kalau kau dalam keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujarnya.

Ia mengaku sedih harus mengganti orang-orang yang ia percaya. “Ini orang yang saya angkat, saya kasih bintang,” katanya. Namun ia menegaskan, kepentingan rakyat harus diutamakan.***

Pos terkait