Badan Komunikasi Pemerintah mengklaim Presiden Prabowo Subianto sukses menghemat APBN hingga Rp300 triliun sekaligus menjadi panglima di garda terdepan melawan kebocoran.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari merespons cepat tuntutan aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada Jumat lalu. Pemerintah menegaskan terus berkomitmen menjaga uang rakyat.
Qodari menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto fokus penuh menghentikan segala bentuk pemborosan anggaran sejak awal masa jabatannya. Efisiensi belanja negara kini menjadi prioritas utama.
“Mengenai tuntutan pertama, misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor,” kata Kepala Bakom Muhammad Qodari, Sabtu (13/6/2026).
Pihak istana mengklaim telah memangkas berbagai pos belanja operasional yang dinilai tidak mendesak dan tidak esensial. Langkah pengetatan ini diklaim berhasil menyelamatkan kas negara hingga Rp300 triliun.
Panglima Melawan Kebocoran
Tak hanya menekan pemborosan, Presiden Prabowo disebut memimpin langsung upaya pemberantasan mafia anggaran. Salah satu langkah konkretnya adalah membentuk lembaga Danantara guna mengunci tata kelola aset nasional.
Lembaga baru tersebut bertugas memperkuat pengawasan kekayaan negara agar tidak bocor. Sektor strategis ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan pemerintah.
”Jadi, kalau soal kebocoran, bapak presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa,” ucap Qodari, Sabtu (13/6/2026).
Kendati demikian, Bakom menilai gelombang aspirasi di jalanan merupakan hal wajar dalam iklim demokrasi. Otoritas tetap terbuka menerima masukan dan kritik konstruktif demi perbaikan kinerja birokrasi.***





