Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid atau Gus Jazil mengatakan pihaknya sudah all out menggerakkan mesin di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta untuk memenangkan Ridwan Kamil dan Suswono atau RIDO. Namun, kata Jazil, timnya tidak bisa berbuat banyak jika sosok yang diajukan koalisinya ternyata tidak laku.
Sebagaimana diketahui, menurut hasil penghitungan cepat berbagai lembaga survei, pasangan Pramono Anung-Rano Karno disebut unggul dengan kisaran perolehan suara sekitar 50 persen. Sementara RIDO menempati posisi kedua, dengan perolehan sekitar 39 persen, mendekati 40.
“Ya, ukuran bekerja tidak bekerja, yang jelas PKB sudah memberikan dukungan yang full. Dan teman-teman juga saya mendapatkan laporan seluruh anggota DPRD Provinsi DKI semua bekerja, struktur semua bekerja. Tetapi saya sampaikan bahwa memang berbeda antara Pileg dengan Pilkada,” kata Jazilul di acara ‘Perempuan Bangsa’ Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2024).
Menurut Jazil, dalam kontestasi Pilkada, faktor ketokohan sangat berpengaruh. Ia pun menyinggung jika sosok yang dijual koalisinya—yaitu Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus–di Pilgub Jakarta yang rupanya kurang laku.
“Pilkada, sosok calon itu sangat menentukan juga. Kalau yang dijual tidak laku, mau apa? Bekerja secara kuat jadi semuanya bekerja. Jangan ada tuduhan tidak bekerja. Teman- teman ini bekerja, bahkan keluar uang,” kata Ketua Fraksi PKB DPR RI itu.
Ia pun meminta agar publik menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Yang jelas semua yang sudah bekerja di DKI nanti ada ujung pengumuman resminya. Jangan sampai juga siapapun yang menang ada gangguan kepada siapapun,” tutur Jazilul.
“Yang kalah, kalau sudah saatnya, memang diumumkan kalah. Seperti Pilpres, kita akui yang menang sebagai pemenang, yang kalah juga ikut mendukung. Toh, ini kompetisi biasa. Jadi kalau maju, maju lagi saja kan ada kesempatan di 2029 juga siapapun jadi gubernur,” tegasnya.***





