Perry Warjiyo Tinggalkan Bank Indonesia di Tengah Tekanan Rupiah

Perry Warjiyo mundur mendadak dari jabatan Gubernur BI. (Istimewa)

Tekanan Rupiah Mengiringi Kepergian Perry

Pengunduran diri Perry tidak dapat dilepaskan dari konteks tekanan yang sedang dihadapi perekonomian Indonesia, meskipun belum ada bukti bahwa kondisi tersebut menjadi alasan langsung keputusannya.

Rupiah menjadi salah satu mata uang pasar berkembang yang mengalami tekanan berat sepanjang 2026. BI telah melakukan intervensi di pasar domestik maupun pasar luar negeri serta menaikkan suku bunga untuk menahan pelemahan.

Pada Mei 2026, anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio bahkan sempat meminta Perry mempertimbangkan pengunduran diri karena menilai bank sentral belum berhasil mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah.

Bacaan Lainnya

Perry ketika itu tidak menyatakan akan mundur. Ia justru menyampaikan keyakinan bahwa rupiah akan kembali stabil dan menguat pada Juli hingga Agustus.

Karena itu, pernyataan pemerintah bahwa pengunduran diri dilakukan atas alasan pribadi masih menyisakan ruang pertanyaan. Perry belum menyampaikan sendiri penjelasan terbuka mengenai keputusannya.

Suksesi dan Independensi BI Jadi Ujian

Perhatian berikutnya tertuju pada mekanisme pemilihan gubernur definitif. Berdasarkan Undang-Undang Bank Indonesia, calon gubernur diajukan presiden dan harus memperoleh persetujuan DPR melalui uji kelayakan dan kepatutan.

Proses tersebut akan menentukan arah kepemimpinan bank sentral di tengah meningkatnya perhatian terhadap independensi BI, kebijakan fiskal pemerintah, stabilitas rupiah, dan kepercayaan investor.

Pasar juga akan mengamati apakah pengganti Perry berasal dari internal BI atau figur dari luar bank sentral. Pemerintah belum mengumumkan nama calon maupun jadwal pengajuannya kepada DPR.

Selama proses itu berlangsung, Destry memikul tugas ganda: memastikan kebijakan moneter tidak terganggu sekaligus meyakinkan pasar bahwa pergantian pemimpin tidak mengubah independensi Bank Indonesia.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan