Mitchell Baker langsung mencatatkan sejarah pada laga debutnya bersama Timnas Indonesia. Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak tiga gol (hattrick) saat membawa skuad Garuda menghancurkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026) malam.
Tiga gol Baker masing-masing tercipta pada menit keenam, ke-15, dan ke-56. Dua gol lainnya disumbangkan Sandy Walsh pada menit ke-24 serta Jens Raven pada menit ke-86. Sementara gol hiburan Kamboja lahir melalui situasi yang berujung gol bunuh diri Nadeo Argawinata setelah tembakan Chea Sokmeng pada menit ke-48.
Penampilan gemilang tersebut membuat Baker menjadi pemain Indonesia pertama sejak Bambang Pamungkas pada 2002 yang mampu mencetak hat-trick dalam satu pertandingan ASEAN Championship. Rekor itu akhirnya pecah setelah bertahan selama 24 tahun.
Striker bertinggi 197 sentimeter yang berkarier di Amerika Serikat itu langsung menunjukkan kualitasnya sejak menit-menit awal. Indonesia membuka keunggulan melalui tendangan bebas Thom Haye yang disambut sundulan Baker ke pojok gawang Kamboja.
Sembilan menit berselang, Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan umpan silang Eliano Reijnders. Ia kemudian melengkapi hat-trick pada babak kedua lewat penyelesaian akhir dari umpan silang Thom Haye.
Selain Baker, Thom Haye juga menjadi aktor penting kemenangan Indonesia. Gelandang Almere City itu mencatatkan tiga assist yang seluruhnya berbuah gol Baker, sekaligus menjadi motor serangan skuad Garuda sepanjang pertandingan.
Herdman: Debut Impian
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyebut penampilan Mitchell Baker sebagai “debut impian”. Menurutnya, tidak mudah bagi pemain muda menjalani laga internasional pertama di hadapan lebih dari 20 ribu penonton dan langsung mencetak tiga gol.
“Mitchell menjalani debut impian. Ini adalah penampilan tim yang luar biasa dan momen yang sangat istimewa bagi seorang pemain muda untuk mencetak tiga gol dalam debut internasionalnya,” kata Herdman seperti dilansir laman Asean UTD FC.
Mantan pelatih Kanada itu menilai Baker berhasil menjawab ekspektasi yang dibebankan kepadanya. “Dia benar-benar memenuhi ekspektasi malam ini. Mencetak hat-trick pada laga debut di usia 19 tahun di hadapan lebih dari 20.000 penonton merupakan tantangan besar. Selamat untuknya, tetapi seperti yang dikatakan Mitchell, dia tidak mungkin mencapainya tanpa dukungan tim.”
Herdman menegaskan keberhasilan Baker tidak lepas dari kerja kolektif seluruh pemain. Ia secara khusus memuji intensitas permainan Eliano Reijnders, Donny Tri Pamungkas, dan kualitas umpan Thom Haye.
“Para pemain bekerja sangat keras melakukan pressing, merebut kembali bola di area lawan, dan mengirimkan umpan silang kepada Mitchell. Umpan-umpan Thom Haye berada di level yang luar biasa malam ini. Semua itu menciptakan peluang, meskipun Mitchell tetap harus menyelesaikannya menjadi gol, dan dia berhasil melakukannya.”
Meski menang besar, Herdman mengaku masih memiliki catatan evaluasi setelah Indonesia gagal mencatatkan clean sheet. “Kamboja memiliki kualitas teknis yang baik di lini serang. Kami sedikit kecewa karena sebenarnya ingin menjaga gawang tetap bersih,” ujarnya.





