Persija Jakarta resmi memperkenalkan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026).
Pelatih asal Korea Selatan itu dikontrak selama tiga tahun dengan target utama membawa Macan Kemayoran kembali meraih gelar juara Liga Indonesia setelah beberapa musim gagal menjadi kampiun.
Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut langsung memunculkan optimisme besar di kalangan The Jakmania. Tidak hanya karena reputasi dan pengalamannya di level internasional, tetapi juga karena komposisi skuad Persija saat ini dinilai sangat identik dengan “rasa Timnas Indonesia era STY”.
View this post on Instagram
Direktur sekaligus Presiden Klub Persija, Mohamad Prapanca, mengatakan manajemen membutuhkan figur pelatih yang memiliki pengalaman, mental juara, serta kemampuan membangun tim jangka panjang.
“Kami ingin Persija memiliki identitas permainan yang kuat, disiplin, dan kompetitif. Coach Shin punya pengalaman besar dan kemampuan mengembangkan pemain muda,” ujar Prapanca dikutip dari CNN Indonesia.
Shin Tae-yong sendiri mengaku antusias menerima tantangan baru bersama Persija Jakarta setelah sebelumnya menukangi Timnas Indonesia selama periode 2019–2025.
“Jakarta sudah seperti rumah kedua bagi saya. Persija adalah klub besar dengan suporter luar biasa. Saya ingin membawa tim ini kembali berjaya,” kata STY didampingi penerjemahnya, Jeong Seok-seo alias Jeje.
Reuni Besar Eks Anak Asuh Timnas
Penunjukan STY juga menghadirkan reuni besar dengan sejumlah mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia yang kini memperkuat Persija Jakarta.
Kapten Persija Rizky Ridho menjadi sosok paling dekat dengan Shin Tae-yong. Bek tim nasional itu merupakan pemain kepercayaan STY sejak level U-19 hingga Timnas Senior.
Selain Ridho, terdapat nama Witan Sulaeman yang juga menjadi pemain andalan STY selama berbagai turnamen internasional bersama Timnas Indonesia.
Tak hanya itu, Persija juga diperkuat beberapa pemain yang pernah mendapatkan sentuhan langsung dari Shin Tae-yong, seperti Shayne Pattynama, Jordi Amat, Muhammad Ferarri, Dony Tri Pamungkas, hingga Rayhan Hannan.
Kondisi tersebut membuat publik sepak bola nasional menilai Persija musim depan akan terasa seperti “copy paste Timnas U-23” era Shin Tae-yong, terutama dari sisi karakter permainan cepat, pressing ketat, serta dominasi pemain muda.





