Beirut—Sebanyak sembilan orang, termasuk seorang anak, tewas setelah pager genggam atau penyeranta yang digunakan oleh anggota kelompok bersenjata Hizbullah untuk berkomunikasi meledak di Lebanon. Pejabat Hizbullah menuduh Israel sengaja merancang ledakan pada alat komunikasi tersebut.
Duta besar Iran untuk Lebanon termasuk di antara 2.800 orang yang dilaporkan terluka oleh ledakan serentak di Beirut dan beberapa wilayah lainnya tersebut.
Sebagaimana diketahui, pager merupakan piranti elektronik yang biasanya digunakan seseorang untuk menerima pesan dan memberi sinyal kepada pengguna dengan bunyi bip atau getaran. Dari alat inilah ledakan itu muncul.
Rangkaian ledakan dimulai di ibu kota Lebanon, Beirut, dan beberapa daerah lain di negara tersebut, pada Selasa (17/9/2024) sekitar pukul 15:45 waktu setempat atau 18.45 WIB. Para saksi melaporkan, sebagaimana dikutip dari BBC, melihat asap keluar dari saku sejumlah orang, diikuti ledakan kecil seperti bunyi kembang api dan tembakan.
Dalam sebuah video rekaman CCTV terlihat ledakan di saku celana seorang pria saat dia berdiri di kasir toko. Rentetan letusan terus berlanjut selama sekitar satu jam setelah ledakan awal, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters.
Setelah itu, banyak orang berdatangan ke rumah sakit di seluruh Lebanon. Dalam rangkaian peristiwa itu, menurut para saksi, terjadi kebingungan massal.
Ledakan dilaporkan sebenarnya menyasar sejumlah pasukan dan simpatisan Hizbullah yang tersebar di berbagai wilayah Lebanon. Dari insiden itu, tercatat setidaknya 150 orang menjadi korban. Mereka luka-luka.
Menurut seorang pejabat Hizbullah yang enggan disebut namanya, sebagaimana dikutip dari VOA Indonesia, ada operasi keamanan yang menargetkan para warga Hizbullah melalui pager. Dan kata dia, serangan pager tersebut dilancarkan oleh Israel.
“Musuh (Israel) berada di balik insiden keamanan ini,” kata pejabat tersebut, dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (17/9/2024).
Pada pager baru yang dibawa anggota Hizbullah, menurut pejabat tersebut, ditanam baterai lithium. Sedangkan baterai jenis ini, jika terlalu panas, dapat berasap, meleleh, dan terbakar.





