IRGC Ancam Balas Jika Gencatan Dilanggar

Tangkapan layar video AP yang dilaporkan sebagai kepulan asap di Beirut, Lebanon, akibat serangan Israel yang berlangsung beberapa jam setelah rencana kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS. AP
Iran menegaskan tetap siaga penuh dan siap membalas setiap agresi baru di tengah gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menegaskan akan membalas setiap serangan baru terhadap Iran meski Teheran dan Washington telah mengumumkan gencatan senjata sementara. Pernyataan itu muncul saat jeda tempur baru berjalan, tetapi saling curiga di antara pihak yang bertikai belum surut.

Dalam pernyataan yang dikutip dari ANTARA, IRGC menegaskan, “Kami tidak percaya pada janji. Kami akan menanggapi setiap agresi, bahkan di tingkat yang lebih tinggi,” menurut pernyataan IRGC, Kamis, 9 April 2026. IRGC juga menyebut pasukan Iran tetap siaga penuh.

Jeda tempur masih goyah

Mengutip laporan Reuters, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 7 April 2026, menyetujui penghentian serangan terhadap Iran selama dua pekan. Kesepakatan itu dimediasi Pakistan dan dikaitkan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global.

Bacaan Lainnya

Namun, pelaksanaan gencatan senjata belum benar-benar kokoh. Masih mengutip Reuters, Israel mendukung jeda dua pekan itu, tetapi menegaskan Lebanon tidak termasuk dalam cakupannya. Menurut laporan Associated Press, serangan Israel di Beirut justru terus berlanjut dan menambah keraguan atas daya tahan kesepakatan itu.

Klaim serangan tetap atribusi

Laporan ANTARA juga memuat klaim IRGC bahwa mereka telah melancarkan gelombang ke-100 Operasi Janji Sejati 4 dan menyerang lebih dari 25 sasaran strategis, termasuk 13 fasilitas energi di Timur Tengah. Namun, rincian itu tetap harus diposisikan sebagai klaim pihak Iran.

Karena itu, fakta paling aman untuk ditegaskan saat ini ialah Iran melalui IRGC menyatakan siap membalas jika gencatan senjata dilanggar. Di atas kertas, jeda tempur sudah diumumkan. Di lapangan, ancaman eskalasi masih terbuka lebar.***

Pos terkait