Nampan Impor di Program Makan Bergizi: Antara Efisiensi dan Nasionalisme Industri

Petugas dapur MBG mengemas makanan untuk penerima program. Tempat makan untuk kemasan ini, food tray, rencananya bakal diimpor. | Instagram BGN

BGN telah menetapkan standarisasi bahwa food tray harus terbuat dari stainless steel SUS 304, dengan ketebalan 0,6 mm, terdiri atas lima sekat, dan berdimensi 28 x 22 x 6 cm. Baja tipe ini dikenal tahan karat dan aman untuk makanan, lazim digunakan di industri makanan, farmasi, hingga pertambangan.

Polemik food tray ini memperlihatkan tantangan klasik: antara efisiensi dan kemandirian. Di satu sisi, program makan bergizi harus berjalan cepat dan masif. Tapi, di sisi lain, mengabaikan potensi lokal bisa membuat Indonesia tergelincir ke lubang ketergantungan baru. Pemerintah pun ditantang: mau jalan cepat, atau jalan kuat?***

Pos terkait