“Pembelian food tray dilakukan langsung oleh mitra, bukan melalui skema pengadaan barang pemerintah. Jadi, kami tak bisa mewajibkan penggunaan produk lokal,” ujar Redy.
DPR: Jangan Abaikan Kualitas dan Kemandirian
Soal impor food tray ini sempat mendapat sorotan tajam dari DPR. Ketika mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala BGN pada 21 Mei lalu, anggota Komisi IX, Nurhadi, mengungkap informasi bahwa ribuan food tray yang digunakan dalam MBG diimpor dari Tiongkok.
Ia menyayangkan hal ini terjadi di tengah gencarnya kampanye Presiden Prabowo untuk mendukung produk dalam negeri. “Wadah menu makan dalam program unggulan Presiden, kok, bukan buatan lokal?” sindirnya.
Nurhadi juga memperingatkan soal kualitas. Ia menduga ada food tray asal Tiongkok yang memalsukan standar stainless steel dengan cara menyemprotkan bahan kimia tertentu, sehingga nampak seperti SUS 304 padahal berisiko bagi kesehatan. Jika digunakan untuk makan anak-anak, bahaya keracunan pun bisa mengintai.
Ia meminta pemerintah menetapkan standar minimum food tray MBG: tahan panas, tidak beracun, mudah dibersihkan, dan tersertifikasi food grade. Menurutnya, industri lokal sudah mampu memproduksi alat dapur berkualitas tinggi, dari panci hingga nampan makan.
“Kalau kita pakai produk dalam negeri, selain lebih mudah diawasi, UMKM juga bisa tumbuh,” tegasnya.
Pakar: Kebijakan Ini Bisa Jadi Bumerang
Ekonom Celios, Nailul Huda, ikut menyoroti keputusan pelonggaran impor ini. Ia menyebut langkah tersebut berpotensi berbahaya karena program MBG sendiri masih sangat dinamis dan belum stabil. “Baru jalan beberapa bulan saja sudah banyak perubahan,” katanya kepada wartawan, Selasa, 1 Juli 2025.
Menurut data yang dikutip Nailul, kode HS food tray—seperti 392410, 392690, 732393, dan 732399—memang sebagian besar berasal dari Tiongkok. Ia pun mempertanyakan urgensinya. Sebab, hingga kini, belum jelas betul seberapa besar kebutuhan riil food tray dalam program MBG.
Standar Nampan: Bukan Sekadar Wadah
Untuk diketahui, nampan makan dalam program MBG bukan sekadar peralatan biasa.





