Gurihnya Tetap, Sehatnya Dapat: Cara Cerdas Menikmati Gorengan

Ilustrasi gorengan. | Istimewa
Gorengan memang lezat dan jadi favorit banyak orang, kendati dia juga mengancam kesehatan. Tapi, menurut ahli gizi IPB, ada cara cerdas agar camilan ini tetap nikmat tanpa mengorbankan kesehatan. Kuncinya ada pada bahan, teknik memasak, dan cara menyajikan.

__________

Gorengan, camilan sejuta umat di Indonesia, sudah seperti teman setia di berbagai kesempatan: dari pinggir jalan hingga meja makan keluarga. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah memang sulit ditolak. Namun, di balik kenikmatannya, banyak penelitian mengaitkan gorengan dengan berbagai masalah kesehatan. 

Tapi, benarkah kenikmatan itu harus dibayar mahal?

Bacaan Lainnya

Menurut Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, ahli gizi dari IPB University, gorengan tak selalu harus menjadi kambing hitam. Dengan cara yang tepat, gorengan bisa tetap lezat sekaligus lebih sehat. 

“Kuncinya ada pada pemilihan bahan dan teknik memasak,” jelasnya dalam pernyataan di situs resmi IPB, Senin, 30 Juni 2025.

Beberapa trik sederhana namun efektif bisa dilakukan. Misalnya, memilih minyak yang lebih sehat seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Daripada digoreng dengan cara deep frying, lebih baik gunakan air fryer atau teknik memasak lain yang menggunakan lebih sedikit minyak. 

Karina menyarankan untuk mengganti tepung terigu dengan tepung non-gluten seperti tepung beras atau jagung, agar hasil gorengan lebih ringan dan bersahabat bagi tubuh.

Suhu minyak juga tak kalah penting. Menjaga suhu pada kisaran 175-190 derajat Celsius dapat mencegah makanan menyerap terlalu banyak minyak. “Potonglah bahan makanan dalam ukuran kecil agar cepat matang dan tidak terlalu berminyak,” tambah dosen Departemen Gizi Masyarakat ini.

Setelah matang, gorengan sebaiknya ditiriskan di atas rak kawat atau tisu dapur, dan tentu saja hindari menggunakan minyak yang sama berulang kali.

Karina juga menyoroti pentingnya peran pelaku UMKM yang menjual gorengan. Menurutnya, mereka perlu diberikan edukasi dan pemberdayaan agar dapat menghasilkan gorengan yang lebih sehat. 

“Penting untuk menjaga kualitas bahan baku serta kebersihan proses produksinya,” ujarnya.

Pos terkait