Makanan kukus kembali diminati karena dianggap lebih ringan, rendah tambahan minyak, dan dekat dengan pola makan sehat sehari-hari.
Perubahan gaya hidup setelah pandemi ikut menggeser pola konsumsi masyarakat. Jika sebelumnya gorengan dan makanan cepat saji banyak dipilih, kini sebagian orang mulai mencari jajanan yang terasa lebih ringan, rendah tambahan minyak, dan lebih dekat dengan pola hidup sehat.
Salah satu tren yang berkembang ialah meningkatnya minat terhadap jajanan kukus. Ubi kukus, jagung rebus, pisang kukus, dimsum, hingga kue tradisional kembali mudah ditemukan di berbagai daerah dan diminati lintas usia.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya Ira Purnamasari mengatakan, metode pengolahan dengan cara dikukus memang dikenal lebih sehat dibandingkan digoreng karena tidak membutuhkan tambahan minyak dalam jumlah besar.
“Kondisi ini tentu lebih baik bagi tubuh, terutama untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung,” ujar Ira, dikutip Rabu, 13 Mei 2026.
Minim Minyak, Gizi Lebih Terjaga
Menurut Ira, proses pengukusan juga membantu mempertahankan kandungan gizi pada bahan makanan. Beberapa vitamin yang mudah rusak akibat suhu tinggi masih dapat lebih terjaga ketika bahan pangan diolah dengan uap panas.
“Oleh karena itu, sayuran, umbi-umbian, maupun bahan pangan lainnya tetap memiliki nilai gizi yang cukup baik setelah dikukus,” imbuhnya.
Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebut pengukusan dan pemanasan singkat cenderung membantu menjaga zat gizi sayuran karena waktu masak lebih cepat dan kontak dengan air lebih sedikit dibanding perebusan lama atau penggorengan.
Ubi dan Labu Jadi Pilihan
Ira menilai ubi kukus menjadi salah satu jajanan sehat yang kini banyak diminati. Ubi mengandung serat, vitamin, dan antioksidan yang baik untuk pencernaan. Kandungan karbohidrat kompleksnya juga membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
“Kandungan karbohidrat kompleks pada ubi juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga cocok dijadikan alternatif camilan sehat,” katanya.




