Gurihnya Tetap, Sehatnya Dapat: Cara Cerdas Menikmati Gorengan

Ilustrasi gorengan. | Istimewa

Di sisi lain, konsumen pun perlu ikut bertanggung jawab. Edukasi tentang membatasi konsumsi gorengan dan mulai beralih ke camilan yang lebih sehat harus terus dilakukan sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Namun begitu, Karina tetap mengingatkan: jangan kalap. Meski bisa dibuat lebih sehat, gorengan tetap mengandung lemak tinggi—terutama asam lemak jenuh dan lemak trans. “WHO merekomendasikan agar konsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 10 persen dari total energi harian, dan lemak trans di bawah 1 persen,” paparnya.

Efek buruknya bukan hanya jangka panjang seperti obesitas, stroke, atau diabetes tipe 2. Konsumsi gorengan berlebihan juga bisa langsung terasa, misalnya perut kembung atau naiknya asam lambung.

Bacaan Lainnya

Jadi, siapa bilang harus berhenti makan gorengan? Dengan sedikit usaha dan kesadaran, Anda tetap bisa menikmati renyahnya gorengan tanpa harus khawatir berlebihan.***

Pos terkait