Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah Sebut Kopassus Akan Menjaga Lima Pintu Gerbang NKRI

Mursyid Tarikat Shiddiqiyyah Syekh. Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu'thi. - Istimewa
SERANG – Mursyid Tarekat Shiddiqiyyah—tarekat yang menyatakan diri konsisten menjaga NKRI—KH. Moch. Muchtar Mu’thi menyebut Komando Pasukan Khusus atau Kopassus bakal menjadi penjaga lima tujuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Kelima tujuan itu sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) NKRI tahun 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Kiai Muchtar menyampaikannya dalam acara Silaturahmi dan Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyah 1446 H, di Gedung Baladika Kopassus, Kota Serang, Banten, Ahad (4/8 2024).

“Panca Dasar Negara dan Panca Tujuan Republik Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dan siapa yang akan menjaga ini semua? Yaitu Kopassus (Komando Pasukan Khusus),” kata ulama kharismatik yang biasa disapa Kiai Tar tersebut.

Bacaan Lainnya

Kiai Muchtar, dalam ceramahnya, juga mengingatkan kembali pentingnya menjunjung tinggi rasa kebangsaan dan rasa cinta terhadap NKRI. Dia juga menyinggung makna Proklamasi, yang menurut dia selama ini disalahpahami sebagian besar masyarakat Indonesia.

“17 Agustus itu adalah Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. 18 Agustus adalah hari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau kita mengatakan 17 Agustus itu ‘Kemerdekaan Republik Indonesia’, itu namanya salah letak. Keliru pasang,” kata Kiai Tar.

Pengasuh Pondok Pesantren Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah di Desa Losari, Ploso, Jombang itu menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bersumber dari jatidiri Bangsa Indonesia, yang bertulis dalam Pembukaan UUD 1945.

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur; inilah sumbernya kemerdekaan Bangsa Indonesia. Bukan hadiah dari Jepang, Sekutu, bukan dari Belanda. Tapi atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Inilah faham ahli sunnah wal jama’ah,” paparnya.

Pos terkait