Selain ratusan senjata dan narkoba, pihak sekolah mendapati satu ruangan menyerupai bunker yang terkunci rapat. Sekolah berharap aparat kepolisian dapat membantu membuka ruangan tersebut guna menghindari risiko hukum.
”Masih ada satu ruangan seperti bunker yang itu semua terkunci rapat, kami tidak bisa masuk ke sana. Kami juga akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami untuk membuka ruangan ini karena kalau kami khawatir ada risiko hukum gitu kan, maka kami meminta aparat untuk membukanya. Jadi kami ingin bunker ini juga dibuka kemudian,” jelas Hermawanto.***





