Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan jika pemerintah akan berusaha tidak akan mengimpor beras pada tahun depan. Caranya, kata pejabat yang akrab disapa Zulhas itu, dengan cara meningkatkan produksi beras dalam negeri.
“Oleh karena itu, karena stok kita banyak dan cukup, kemungkinan tahun depan kita usahakan kita kejar tidak impor. Kalaupun (impor) sedikit saja,” kata Zulhas dalam Konferensi Pers terkait Kebijakan Pangan pada Senin (11/11/2024) di Jakarta..
Zulhas menerangkan jika siklus kekurangan stok pangan di Indonesia biasanya terjadi pada awal tahun, yakni setiap Januari dan Februari. Dia mengklaim problem ini dapat diatasi dengan peningkatan produksi di bulan-bulan selanjutnya—seperti yang biasa terjadi pada Maret kala panen raya.
“Selalu, kalau Januari, Februari itu puncaknya shortage (kekurangan). Biasanya bisa 2,5 juta (ton), produksinya (jadi) 1,5 juta (ton). Tapi Maret itu surplus banyak. Jadi, kalau kebutuhan 2,5 (ton), biasanya Februari, Maret, April, Mei itu produksi bisa 3,5 juta lebih,” paparnya.
Zulhas menyatakan berencana menggenjot produksi dalam negeri melalui tiga langkah utama. Pertama, mengoptimalkan lahan yang ada.
Menurutnya, lahan yang saat ini belum dimanfaatkan dengan maksimal, terutama lahan tadah hujan yang tergantung pada curah hujan.
“Lahan yang ada itu, kan, ada yang tadah hujan. Nah, bagaimana kita harus ada irigasi. Kalau ada bendungannya, mesti kita buat tersier irigasi. Kalau tidak ada, ada juga melalui pompa,” jelasnya.
Menurut dia, optimalisasi lahan tadah hujan sangat penting, karena ada 20 persen lebih sawah yang ‘menganggur’ karena tidak ada akses irigasi yang memadai.
Kedua, lanjut Zulhas, lewat program cetak sawah baru di beberapa wilayah, misalnya Merauke.
Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan suplai beras yang mencukupi di masa mendatang, sehingga ketergantungan terhadap impor dapat ditekan.
Ketiga, penyediaan pupuk secara tepat waktu. Zulhas menekankan ketersediaan pupuk harus terjamin sebelum masa tanam dimulai.
Dengan terjaminnya ketersediaan pupuk, Zulhas menyakini produksi padi bisa lebih optimal.
“Yang ketiga, agar produksi naik, pupuk tepat waktu sebelum tanam sudah ada,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, fungsi koordinasi sangat penting agar pupuk dapat disalurkan tepat waktu, sehingga produktivitas sawah bisa meningkat.
“Jangan sampai sudah tanam, mau panen baru datang,” tandasnya.***





