Menko Pangan Zulkifli Hasan merespons santai rencana unjuk rasa mahasiswa pada 1 Juli mendatang terkait evaluasi program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa.
Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengatakan pemerintah menghargai kebebasan berpendapat dan tidak akan melarang pergerakan mahasiswa yang berencana turun ke jalan. Sikap kritis dinilai sudah menjadi bagian dari identitas yang wajib dimiliki kelompok pemuda.
Pemerintah juga menyatakan kesiapan penuh untuk membuka ruang komunikasi dan berdialog secara terbuka dengan perwakilan massa aksi. “Demonstrasi itu hak warga, silakan. Mahasiswa memang harus kritis,” ujar Zulkifli di Kabupaten Semarang, Sabtu, 27 Juni 2026.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menerima laporan adanya gelombang unjuk rasa mahasiswa. Massa menyoroti efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mempertanyakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menanggapi sorotan tajam pada program MBG, Zulkifli tidak menampik adanya kebutuhan penyesuaian regulasi di internal pemerintahan. Pemerintah saat ini tengah merombak total tata kelola manajemen agar implementasi pemenuhan gizi nasional tersebut bisa berjalan tepat sasaran.
Perombakan Manajemen Struktur Pangan
Soal pembenahan sistem, proses transisi dan perbaikan infrastruktur birokrasi ini diproyeksikan memakan waktu selama satu hingga dua bulan ke depan. Selain itu, tudingan miring mengenai proyek komersialisasi KDMP di tingkat desa langsung dibantah oleh pihak kementerian.
Proyek KDMP ditegaskan bukan bertujuan untuk membangun gerai retail komersial baru di daerah. Infrastruktur ini dirancang murni sebagai penyokong distribusi logistik pemerintah untuk kegiatan sosial. Koperasi tersebut nantinya menjadi wadah bantuan kemasyarakatan di wilayah pelosok.
Hingga berita ini ditulis, perwakilan aliansi mahasiswa selaku motor pergerakan 1 Juli belum memberikan tanggapan tertulis mengenai tawaran dialog tersebut.***





