Indonesia mematangkan persiapan penyambutan kapal induk hibah Italia, Giuseppe Garibaldi, yang ditargetkan tiba sebelum HUT TNI ke-81 Oktober mendatang sebagai tonggak baru kekuatan maritim nasional.
Menandai babak baru kekuatan maritim nasional, Indonesia tengah mematangkan proses administrasi dan persiapan awak untuk menyambut kedatangan kapal induk hibah dari Italia, Giuseppe Garibaldi, yang ditargetkan bersandar sebelum peringatan HUT TNI ke-81 pada Oktober mendatang.
Menuju Babak Baru “Blue Water Navy”
Impian Indonesia untuk memiliki kapal induk yang mampu memproyeksikan kekuatan hingga ke perairan jauh tampaknya semakin dekat dengan kenyataan. Kapal induk ringan eks-Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, kini sedang dalam proses pengalihan kepemilikan untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut.
Meski statusnya adalah hibah, proses ini tidak dilakukan sembarangan. Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memastikan bahwa mekanisme administrasi sedang berjalan ketat. “Informasi yang dapat kami konfirmasi, kapal tersebut merupakan bagian dari skema hibah dari Pemerintah Italia,” ujarnya pada Jumat (13/2/2026).
Senada dengan Kemhan, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan bahwa negosiasi teknis melibatkan tiga pihak: TNI AL, Angkatan Laut Italia, dan pabrikan kapal Fincantieri. Targetnya jelas: kapal ini diharapkan sudah bisa “pulang” ke perairan Nusantara sebelum HUT TNI ke-81 pada 5 Oktober 2026 nanti.
Legenda Laut Mediterania: Spesifikasi Sang Raksasa
Bagi penggemar militer, nama Giuseppe Garibaldi sudah tidak asing. Diluncurkan pada 1983, kapal ini adalah kapal induk pertama Italia yang dirancang membawa pesawat Vertical Take-Off and Landing (VTOL) dan helikopter.
Dengan panjang 180,2 meter dan bobot mati sekitar 13.800 ton, kapal ini bukan sekadar landasan pacu terapung. Ia adalah benteng berjalan. Sistem penggeraknya mampu memacu kapal hingga kecepatan 30 knot (56 km/jam). Tak hanya itu, “Garibaldi” juga dilengkapi taring tajam berupa empat peluncur rudal Otomat Mk2 dan tabung torpedo untuk pertahanan diri.





