Sosok legendaris dari Gunung Lawu, Wakiyem—atau yang lebih dikenal dengan nama Mbok Yem—tutup usia pada Rabu, 23 April 2025. Dia mengembuskan napas terakhir di rumahnya, Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kabar duka ini telah beredar di media sosial.
__________
Dari informasi yang diperoleh, Mbok Yem sebelumnya sempat menjalani rawat jalan di RSU Aisyiyah Ponorogo, kemudian melanjutkan masa pemulihannya di rumah. Namun, ia meninggal dunia pada Rabu, 23 April 2025 pukul 13.30 WIB.
Jenazah Mbok Yem dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan, sebelum dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya, di pemakaman umum yang terletak di Desa Gonggang, Magetan.
Pada bulan Maret lalu, Mbok Yem diketahui sempat dirawat di RSU Aisyiyah karena kondisi kesehatannya menurun akibat pneumonia yang diderita olehnya selama ini.
Setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar dua minggu, ia diperbolehkan pulang dan melanjutkan proses pengobatan dalam bentuk rawat jalan. Penyakit yang dideritanya juga melibatkan gangguan pernapasan serta tekanan darah rendah.
Mbok Yem dikenal luas sebagai ikon Puncak Gunung Lawu karena telah membuka warung makan pertamanya di sana sejak dekade 1980-an. Dengan nama asli Wakiyem, ia menjadi tokoh legendaris di kalangan para pendaki karena warung miliknya menjadi tempat beristirahat yang hangat di tengah dinginnya puncak Lawu.
Warung Mbok Yem pun tersohor karena menyediakan makanan dengan harga yang sangat terjangkau, meskipun berada di lokasi ekstrem di atas gunung. ***





