Meski pendanaan berasal dari anggaran BGN melalui sistem swakelola tipe 2, proses pengadaan dilaksanakan sepenuhnya oleh Unhan.
Pengadaan Komputer Rp3,1 Triliun Juga Disorot
Mahfud juga mempertanyakan pengadaan komputer oleh BGN yang disebut memakan anggaran Rp3,1 triliun. Ia menilai pengeluaran tersebut sebagai bentuk pemborosan yang memerlukan evaluasi dan pengawasan ketat.
Badan Gizi Nasional sebelumnya membantah angka pengadaan laptop 32.000 unit senilai Rp544 miliar yang beredar di publik. Dadan menegaskan jumlah laptop yang diadakan di lingkungan BGN sepanjang 2025 hanya sekitar 5.000 unit.
Program MBG di Persimpangan
Program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto kini menghadapi tantangan publik terkait transparansi anggaran. Di satu sisi, program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Di sisi lain, dugaan pemborosan menguji kredibilitas pengelolaan dana BGN.
Mahfud menegaskan bahwa meskipun program ini berpotensi menguntungkan Prabowo secara politik, masyarakat tetap berhak mengawasi penggunaan anggaran negara. “Programnya bagus, kita dukung, dan rakyat yang sulit makan itu senang, tetapi kita hidup bernegara harus ada pertanggungjawaban,” katanya.***





