Lelakon Ana Reston: Supermodel yang Meninggal Kelaparan

Anoreksia nervosa (AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai penolakan yang disengaja terhadap makanan. Penolakan itu demi mempertahankan berat badan, gara-gara takut yang berlebihan terhadap peningkatan bobot tubuh akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita AN dipengaruhi oleh bias kognitif—atau penyimpangan dalam menilai sebuah situasi—dan memengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya.

AN merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal. Pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGT. Pada penderita tingkat lanjut, akan terjadi disfungsi hati akut.

Selain AN, ada juga bulimia nervosa yang juga menggerogoti tubuh Reston.

Bacaan Lainnya

Bulimia nervosa adalah kelainan cara makan, yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan dan terjadi secara terus menerus. Bulimia sering terjadi pada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu penyiksaan terhadap diri sendiri. Yang paling sering dilakukan oleh lebih dari 75% orang dengan bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah—kadang-kadang disebut pembersihan—puasa, serta penggunaan laksatif, enema, diuretik, dan olahraga yang berlebihan.

Dua komplikasi penyakit itu wajar didapat Ana Reston, setelah obsesi pada tubuh kurus dikejarnya dengan cara di luar batas kewajaran.

Kondisi terakhir tubuh Ana Reston Macan. (Dok/Ist.)

Kondisi Ana kian kritis. Indeks massa tubuh (BMI) perempuan itu hanya 13,4, jauh di bawah nilai indeks 16, angka yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dianggap sebagai ukuran kekurusan paling parah. Ana Reston bak bocah-bocah negara miskin yang didera wabah kelaparan.

Kondisi Reston lebih serius dan memburuk, menjadi infeksi umum, yang akhirnya menghantarkan perempuan cantik itu ke gerbang pintu kematian pada 15 November 2006. Maut menjemputnya ketika usianya masih sangat muda, 21 tahun. Ana Reston, sang supermodel, mati karena kelaparan.

Setelah kematian itu, Miriam, Ibu Ana, pernah mengatakan kepada surat kabar Estado de Sao Paulo, “Saya melihat sesuatu yang salah ketika dia kembali dari China. Dia terlalu kurus. Ketika saya mengatakan kepadanya untuk makan sesuatu, dia berkata: ‘Ibu, jangan bertarung dengan saya. Tidak ada yang salah dengan saya, saya baik-baik saja’.”

Obsesi membuat Ana Reston menampik segala hal yang dia rasa bertentangan dengan ego dan subjektivitas obsesinya—obsesi terhadap kecantikan yang berlebihan. Obsesi terhadap prestise. Obsesi terhadap pengakuan.

Obsesi yang dibentuk oleh industrialisasi. Obsesi yang, menurut Herbert Marcuse, membentuk pribadi-pribadi menjadi manusia satu dimensi. Yang hanya melihat satu hal; industry must go on.

Obsesi yang menjelma menjadi pembunuh Ana Carolina Reston Macan; supermodel yang mati kelaparan ketika sedang di pucuk popularitas.

(Pram)

Pos terkait