KPK Buka Peluang Panggil Gubernur Bobby Nasution untuk Telusuri Aliran Suap Proyek Jalan di Sumut

Ilustrasi dibikin menggunakan Sora | Samudrafakta
KPK nyatakan siap memanggil Gubernur Bobby Nasution, jika jejak duit haram proyek jalan PUPR Sumut terindikasi mengarah ke kantornya—atau atas arahan lisan darinya.

__________

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menutup kemungkinan memanggil Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Langkah ini menyusul penyelidikan kasus dugaan suap dalam proyek pembangunan jalan yang dikerjakan Dinas PUPR dan Satker PJN Wilayah I Sumut.

KPK kini menelusuri ke mana aliran uang suap bergerak. Jika ditemukan dana mengalir ke Bobby—secara langsung ataupun tidak—pemanggilan bukan hal yang mustahil.

Bacaan Lainnya

Kasus ini mencuat usai operasi tangkap tangan terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumut pada Kamis, 26 Juni lalu. Salah satu yang disorot adalah Topan Obaja Putra Ginting, Kepala Dinas PUPR Sumut yang baru dilantik oleh Bobby pada Februari 2025. Sebelumnya, Topan juga ditunjuk Bobby sebagai Plt Sekda Medan saat Pilkada 2024.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu menegaskan, pihaknya sedang mengikuti jejak uang—follow the money—untuk mengurai siapa saja yang menikmati aliran dana haram tersebut.

“Kalau nanti mengalir ke kepala dinas lain, ke atasannya, ke gubernur—ke mana pun, akan kami panggil dan minta keterangan. Tidak ada yang dikecualikan,” tegas Asep, dalam konferensi pers, Sabtu, 28 Juni 2025.

Menurut Asep, pemanggilan tidak selalu harus karena aliran uang. Bisa juga karena adanya dugaan perintah politik untuk mengarahkan proyek pada pihak tertentu. 

“Walaupun belum ada uang yang diterima, kalau ada perintah, tetap kami panggil dan minta pertanggungjawaban,” katanya.

KPK menegaskan penyidikan kasus ini tidak pandang bulu. Semua pihak yang terlibat, dari tingkat pelaksana hingga pengambil keputusan, akan dimintai keterangan.

Soal kunjungan Bobby ke Gedung KPK pada April lalu, Asep menyebut tak ada pembahasan spesifik mengenai proyek jalan. Informasi awal dugaan korupsi ini justru datang dari laporan masyarakat.

Menteri PU: Saya Terpukul dan Tak Akan Tutupi

Sementara itu, Menteri PUPR Dody Hanggodo menyatakan keterpukulannya atas kasus ini. “Ini benar-benar tamparan buat saya,” kata Dody, Sabtu.

Pos terkait