“Setiap presiden mereka selalu punya alasan berbeda—hak asasi manusia, demokrasi, hak perempuan, uranium, rudal. Tapi di balik itu semua, tujuannya satu: memaksa kita menyerah,” ujarnya.
Bedanya, kata Khamenei, pendahulu Trump tak pernah mengucapkan keinginan itu secara gamblang. Tapi Trump justru membeberkan secara terang-terangan bahwa AS hanya akan puas jika Iran menyerah sepenuhnya.
“Inilah akar permusuhan Amerika terhadap kita. Inilah penghinaan besar terhadap negara kami, dan itu tidak akan pernah terjadi,” tegasnya.
Ia menutup dengan mengingatkan bahwa Iran adalah bangsa besar, berperadaban tua, dan kaya budaya.
“Meminta bangsa seperti Iran untuk menyerah adalah omong kosong belaka. Itu pasti ditertawakan oleh siapa pun yang memiliki akal sehat,” kata Ayatollah Khamenei. “Bangsa Iran adalah bangsa terhormat—dan dengan izin Tuhan, akan tetap menang.”***





